kpkgg
Daerah

BPBD Penajam Bersama Berbagai Pihak Terus Upayakan Pemadaman Kebakaran Kawasan Gambut

Di tengah tantangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus melanda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Penajam Paser Utara (PPU) bersama berbagai pihak berupaya keras untuk melakukan pemadaman kebakaran di kawasan gambut. Sejak tujuh hari terakhir, fokus pemadaman tertuju pada RT 16, Kelurahan Petung, Kecamatan Penajam. Perjuangan ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi juga merupakan langkah penting untuk melindungi ekosistem dan masyarakat sekitar dari dampak bencana yang lebih besar.

Situasi Terkini Pemadaman Kebakaran Gambut

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten PPU, Nurlaila, mengungkapkan bahwa penanganan kebakaran masih berlanjut. Pemantauan udara mengindikasikan adanya titik-titik asap yang berpotensi kembali memunculkan api. Hal ini menegaskan pentingnya tindakan cepat dan tepat dari tim pemadam untuk mencegah meluasnya kebakaran yang sudah berlangsung cukup lama.

Pemantauan Menggunakan Teknologi Drone

Pentingnya teknologi dalam pemantauan kebakaran terlihat jelas saat tim menggunakan drone untuk mendeteksi titik asap di lahan gambut. Dengan alat ini, petugas dapat mengidentifikasi lokasi yang menjadi fokus pemadaman dengan lebih efektif, sehingga upaya pemadaman menjadi lebih terarah dan efisien.

Tantangan dalam Proses Pemadaman

Salah satu tantangan signifikan dalam pemadaman kebakaran gambut ini adalah akses ke sumber air. Beberapa titik asap terletak jauh dari saluran air, memaksa petugas untuk menarik selang pemadam hingga 25-30 sambungan. Penggunaan lima hingga enam sambungan selang untuk mengisi fleksibel tank juga menambah kompleksitas dalam proses pemadaman. Hal ini membutuhkan tenaga ekstra dan waktu yang tidak sedikit.

Strategi Tim Gabungan dalam Pemadaman

Pada hari ketujuh penanganan kebakaran, tim gabungan mengoperasikan tujuh mata semprot. Di antara mereka, empat unit berasal dari BPBD, satu dari Dinas Pertanian, dan dua dari Manggala Agni. Luas lahan yang terbakar tercatat mencapai 36,88 hektare, menunjukkan betapa seriusnya situasi yang dihadapi.

Peran Personel dalam Upaya Pemadaman

Untuk mendukung efisiensi pemadaman, keterlibatan berbagai instansi sangat penting. Tim ini diperkuat oleh personel dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Direktorat Samapta Polres PPU. Secara keseluruhan, sebanyak 75 personel terlibat dalam upaya ini, dengan rincian 30 dari BPBD, 15 dari Dinas Pertanian, 5 dari Manggala Agni, 12 dari Satpol PP, dan 13 dari Polres PPU.

Alat dan Metode yang Digunakan

Dalam pelaksanaan pemadaman dan pendinginan, tim memanfaatkan mesin portable dan slip on. Sumber air yang tersedia di lokasi menjadi kunci dalam proses ini. Namun, kondisi sumber air yang terbatas menjadi salah satu hambatan utama dalam memadamkan api.

Kendala Sumber Air dalam Pemadaman

Menurut Nurlaila, saluran sekunder di sekitar lokasi kebakaran telah mengering, sehingga petugas harus mengandalkan saluran primer untuk memenuhi kebutuhan air pemadaman. Hal ini memperlambat proses pemadaman dan menambah tantangan bagi tim pemadam.

Dukungan dari Pihak Lain

Selain itu, dukungan dari pihak swasta juga sangat berarti. PT KMS, misalnya, berkontribusi dengan menyiagakan mesin portable berkapasitas besar di sekitar perbatasan lokasi kebakaran, mendemonstrasikan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam menghadapi bencana ini.

Statistik Karhutla di Penajam Paser Utara

Sebelumnya, BPBD PPU mencatat bahwa hingga 2 Oktober 2023, terdapat 221 kejadian karhutla di kabupaten ini, dengan total area yang terbakar mencapai 503,47 hektare. Angka ini menunjukkan betapa mendesaknya upaya penanggulangan dan pencegahan kebakaran di wilayah ini.

Langkah-Langkah Preventif yang Diperlukan

Dalam menghadapi ancaman kebakaran yang terus meningkat, beberapa langkah pencegahan yang dapat diambil antara lain:

  • Peningkatan kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan.
  • Penerapan teknologi pemantauan yang lebih canggih untuk deteksi dini.
  • Penguatan kerjasama antara instansi pemerintah dan perusahaan swasta.
  • Pengembangan infrastruktur sumber air yang lebih baik di daerah rawan kebakaran.
  • Pelatihan dan penyediaan alat pemadam yang memadai bagi petugas.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, BPBD Penajam dan seluruh pihak terkait berharap dapat mengurangi dampak dari kebakaran gambut dan melindungi lingkungan serta masyarakat. Kerjasama dan komitmen yang kuat dari semua elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga keberlanjutan ekosistem dan mencegah bencana serupa di masa mendatang.

➡️ Baca Juga: KCGI 2026 Resmi Dimulai, Trader Dapat Kompetisi Strategi di 600 Pasangan Crypto Futures

➡️ Baca Juga: Harga Emas UBS dan Galeri24 di Pegadaian Turun pada Selasa, 17 Maret 2026

Related Articles

Back to top button