kpkgg
Daerah

Pertamina Patra Niaga Kirim Empat Truk Tangki BBM dari Banyuwangi ke Bali untuk Percepat Distribusi

Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Bali, Pertamina Patra Niaga telah mengambil langkah strategis dengan mengirimkan empat truk tangki dari Banyuwangi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat pasokan BBM ke berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di pulau tersebut, yang saat ini menghadapi tantangan dalam hal antrean panjang.

Pendukung Distribusi BBM di Bali

Masing-masing truk tangki yang dikerahkan memiliki kapasitas sebesar 16 kiloliter. Hal ini diungkapkan oleh Ahad Rahedi, Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga untuk wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara, dalam pernyataannya di Denpasar, Bali. Pengiriman ini merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhan BBM yang meningkat di Bali, terutama menjelang periode liburan dan aktivitas masyarakat yang tinggi.

Sumber Suplai BBM di Bali

Untuk memenuhi kebutuhan BBM di Bali, pasokan utama berasal dari dua terminal penting yang berlokasi di pulau ini. Terminal BBM Manggis yang terletak di Kabupaten Karangasem dan Terminal BBM Sanggaran yang berada di Kota Denpasar menjadi titik penyimpanan dan distribusi utama. Kedua terminal ini berfungsi sebagai pusat untuk menyalurkan BBM ke berbagai SPBU di seluruh Bali.

Menurut data dari Pertamina Wilayah Pemasaran Bali, Terminal BBM Sanggaran di Denpasar didukung oleh 25 hingga 30 truk tangki yang siap mendistribusikan BBM ke SPBU yang ada. Selain itu, Terminal BBM Manggis di Karangasem memiliki dukungan dari 72 truk tangki yang saat ini giat melakukan penyaluran ke berbagai titik kebutuhan di Bali.

Langkah Antisipasi untuk Memastikan Ketersediaan BBM

Pertamina Patra Niaga juga telah mempersiapkan berbagai langkah antisipatif untuk mengatasi potensi kendala dalam distribusi. Salah satu langkah tersebut adalah menyiapkan pengemudi cadangan untuk truk tangki serta menambah jumlah operator di SPBU. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kelelahan petugas dan memastikan proses distribusi berjalan lancar.

Selain itu, Pertamina juga menggunakan layanan motoris BBM, yaitu petugas yang menggunakan sepeda motor untuk menyalurkan bensin kepada pengguna kendaraan roda dua. Layanan ini menjadi salah satu alternatif untuk menjangkau konsumen yang mungkin mengalami kesulitan dalam mendapatkan BBM di SPBU.

Pemenuhan Kebutuhan Pasokan BBM

Pengiriman pasokan BBM ke Bali melalui Terminal BBM Manggis di Kabupaten Karangasem dan dermaga di Terminal BBM Sanggaran di Denpasar dilaksanakan secara bertahap. Total pasokan yang akan dikirimkan terdiri dari 44,9 juta liter pertalite dan 13 juta liter pertamax dalam periode antara 14 hingga 17 Oktober 2026. Langkah ini merupakan upaya untuk memastikan ketersediaan BBM yang cukup di seluruh SPBU di Bali.

Antrean Panjang di SPBU Bali

Walaupun upaya distribusi terus dilakukan, pada hari Kamis pukul 10.00 Wita, antrean panjang masih terlihat di beberapa SPBU di Bali. Di antara lokasi yang mengalami antrean adalah SPBU Gatot Subroto di Denpasar Timur, SPBU dekat Bandara Ngurah Rai di Badung, serta SPBU di dekat Patung Sakah Sukawati di Gianyar. Antrean ini menunjukkan adanya permintaan yang tinggi terhadap BBM di wilayah tersebut.

Inisiatif Pemerintah untuk Mengurangi Mobilitas

Di sisi lain, untuk membantu memperlancar distribusi BBM dan mengurangi mobilitas penduduk, Pemerintah Provinsi Bali telah menerbitkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Gubernur Bali pada Rabu (14/10). Surat edaran ini mengatur skema bekerja dari rumah (WFH) yang diterapkan untuk instansi pemerintah, termasuk sektor pendidikan, BUMN, dan BUMD. Kebijakan ini berlaku mulai tanggal 15 hingga 17 Oktober 2026.

Penerapan WFH ini diharapkan dapat menekan mobilitas masyarakat, sehingga memudahkan proses distribusi BBM yang tengah dilakukan oleh Pertamina Patra Niaga. Dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, diharapkan permintaan BBM dapat lebih terkelola dan tidak terjadi penumpukan antrean di SPBU.

Kendala Distribusi yang Dihadapi

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menyatakan bahwa antrean panjang yang terjadi di Bali disebabkan oleh kendala dalam distribusi. Dalam konteks ini, Pertamina Patra Niaga berupaya semaksimal mungkin untuk mengatasi masalah distribusi agar kebutuhan masyarakat akan BBM dapat terpenuhi dengan baik.

Dengan berbagai langkah yang telah dilakukan, diharapkan ketersediaan BBM di Bali dapat stabil dan memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memantau dan mengevaluasi proses distribusi agar tidak terjadi kendala yang berarti di masa mendatang.

Peran Pertamina Patra Niaga dalam Penyediaan BBM

Pertamina Patra Niaga berperan penting dalam penyediaan BBM di Indonesia, termasuk di Bali. Dengan berbagai program dan strategi yang diterapkan, perusahaan ini berupaya untuk menjamin ketersediaan dan distribusi BBM yang efisien. Selain itu, Pertamina juga terus berinovasi dalam layanan dan produk agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

  • Pengiriman BBM dengan armada truk tangki.
  • Penggunaan motoris BBM untuk distribusi ke pengguna roda dua.
  • Penambahan pengemudi dan operator SPBU untuk antisipasi.
  • Kerja sama dengan instansi terkait untuk mendukung distribusi.
  • Penerapan WFH untuk mengurangi mobilitas masyarakat.

Dengan semua langkah ini, Pertamina Patra Niaga bertekad untuk tetap menjadi mitra yang dapat diandalkan dalam memenuhi kebutuhan energi masyarakat di Bali dan sekitarnya. Komitmen untuk menyediakan BBM yang cukup dan tepat waktu menjadi prioritas utama, terutama di saat-saat kritis seperti saat ini.

➡️ Baca Juga: Potensi Penguatan Terbatas pada 17 Maret 2026 yang Perlu Anda Ketahui

➡️ Baca Juga: Strategi Efektif Menggunakan Teknik Cross-Selling untuk Meningkatkan Nilai Transaksi

Related Articles

Back to top button