Ten Hag Mengungkap Masalah Cristiano Ronaldo Selama di Manchester United

Jakarta – Erik ten Hag, mantan manajer Manchester United, kembali membongkar masalah yang menyelimuti Cristiano Ronaldo selama keduanya berkolaborasi di Old Trafford. Dalam wawancara yang diadakan dengan The Athletic, Ten Hag mengungkapkan kekecewaannya terhadap Ronaldo, menilai bahwa sang megabintang tidak mempersiapkan diri dengan baik untuk pertandingan dan tidak memenuhi standar latihan yang diharapkannya. Pernyataan ini menyoroti konflik yang terjadi antara keduanya yang membentuk dinamika tim yang kompleks.
Masalah yang Dihadapi Ten Hag dengan Ronaldo
Dalam pernyataannya, Ten Hag mengungkapkan bahwa Ronaldo tidak hanya mengecewakan dirinya, tetapi juga rekan-rekan setim. “Dia mengecewakan tim, dan dia mengecewakan saya, karena kami sudah merencanakan semuanya dengan dia,” ungkap Ten Hag. Meskipun ia tetap menghormati Ronaldo sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola, ia menekankan bahwa reputasi individu tidak bisa mengesampingkan kepentingan tim dan profesionalisme yang diharapkan dari setiap pemain.
Kedisiplinan Latihan yang Kurang Memadai
Ten Hag mengemukakan bahwa Ronaldo sering kali tidak mengikuti sesi latihan secara penuh, yang berdampak pada performanya di lapangan. Ia menekankan bahwa Ronaldo tidak mencapai tingkat detak jantung yang diperlukan selama latihan untuk menjaga kondisi fisiknya. Hal ini berpengaruh signifikan terhadap kemampuannya untuk mencetak gol dan memberikan kontribusi yang diharapkan baik saat tim menguasai bola maupun saat bertahan.
- Ronaldo tidak berlari cukup saat tim menguasai bola.
- Ia juga tidak berlari saat tim kehilangan penguasaan bola.
- Ketidakcukupan dalam latihan fisik berpengaruh pada posisinya di lapangan.
- Pemain lain berusaha untuk memposisikannya dengan baik, namun ia tidak mampu memenuhi tanggung jawab tersebut.
- Ten Hag menjelaskan pentingnya persiapan fisik yang baik untuk performa optimal.
Masalah Disiplin dan Hukuman Latihan
Ten Hag juga mengungkapkan insiden pasca kekalahan telak 0-4 dari Brentford pada Agustus 2022. Sebagai bentuk tanggung jawab atas performa buruk, ia memberikan hukuman berupa lari tambahan kepada seluruh pemain. Sayangnya, Ronaldo hanya menyelesaikan dua dari tiga putaran lari yang diperintahkan, yang menunjukkan kurangnya komitmennya terhadap tim. Selain itu, Ten Hag mengklaim bahwa Ronaldo pernah menyarankan rekan-rekannya untuk menghemat tenaga selama latihan.
Menurut Ten Hag, pengaturan beban latihan memang penting, terutama untuk pemain yang sudah berada dalam kondisi fisik yang baik. Namun, ia menegaskan bahwa semua pemain, termasuk bintang, harus berkontribusi untuk tim. “Setiap tim papan atas harus bisa mengakomodasi pemain terbaiknya, tetapi pemain bintang juga harus bekerja untuk tim,” tegasnya.
Ketegangan yang Muncul Antara Ronaldo dan Ten Hag
Hubungan antara Ronaldo dan Ten Hag semakin tegang pada awal musim 2022/2023. Salah satu momen yang menonjol adalah ketika Ronaldo menolak untuk masuk sebagai pemain pengganti dalam pertandingan melawan Tottenham Hotspur pada Oktober 2022. Keputusan tersebut diikuti dengan tindakan meninggalkan area pertandingan sebelum laga berakhir, yang berujung pada sanksi dari klub.
Kemudian, pada November 2022, Ronaldo berpisah dengan Manchester United setelah kontraknya diakhiri melalui kesepakatan bersama. Keputusan tersebut diambil setelah Ronaldo mengeluarkan kritik tajam terhadap klub dalam wawancara bersama Piers Morgan, di mana ia mengaku merasa dikhianati dan tidak dihormati oleh Ten Hag.
Kontribusi Ronaldo di Lapangan
Di lapangan, kontribusi Ronaldo selama periode singkat di bawah arahan Ten Hag tidak sesuai dengan ekspektasi. Dalam sepuluh penampilan di Premier League musim 2022/2023, ia hanya mencetak satu gol. Ketidakmampuannya untuk tampil optimal dan berkontribusi maksimal menambah daftar masalah yang dihadapi Ten Hag saat menangani tim.
Kesimpulan dari Perjalanan Ronaldo di Manchester United
Perjalanan Cristiano Ronaldo di Manchester United di bawah manajer Erik ten Hag jelas dipenuhi dengan berbagai tantangan. Dari masalah persiapan fisik yang kurang memadai hingga ketidaksesuaian dalam harapan profesional, hubungan mereka menjadi salah satu sorotan yang mencolok dalam sejarah klub. Meskipun Ronaldo dikenal sebagai salah satu yang terbaik, dinamika tim dan tuntutan kolektif tetap menjadi prioritas utama yang tidak bisa diabaikan.
➡️ Baca Juga: Perpres Ojol Terbit September 2026: Panduan Penting untuk Mitra Ojol yang Harus Diketahui
➡️ Baca Juga: Joe Taslim Hadiri Premiere Mortal Kombat II dan Kembali sebagai Noob Saibot




