Apa itu marketplace shopee dan tokopedia? Kenali cara baru jual beli berbasis teknologi informasi

Posted on

Apa itu marketplace – Dunia jual beli di masyarakat modern saat ini telah berevolusi lebih cepat daripada yang kita kira, bahkan lebih pesat dari jual beli konvensioal yang dahulunya selalu mengandalkan tatap muka dan memerlukan ruang-ruang operasional lebih banyak. Dunia telah berkembang pesat semenjak kehadiran teknologi informasi dan sebuah sarana bernama internet.

Internet dan teknologi informasi telah banyak mengubah cara hidup manusia yang sedari awalnya konvensional kemudian berubah menjadi lebih modern, lebih tidak terbatas, unlimited dan bahkan bisa melebihi ekspektasi-ekspektasi yang awalnya tidak pernah kita pikirkan. Dunia jual beli mengalami inovasi besar-besaran dan membuat perubahan yang semakin dekat dengan kita.

Dahulu dunia jual beli selalu didominasi dengan faktor-faktor utama seperti memiliki modal, memiliki stok barang, memiliki ruang tempat bertemunya penjual dan pembeli serta mewajibkan kehadiarn fisik antara pembeli dan penjual serta adanya transaksi barang dan jasa yang bersifat fisik. Kini nyaris satu dekade kemudian dunia jual beli mengalami revolusi dengan hadirnya marketplace.

Apa itu marketplace? Marketplace adalah inovasi jual beli baru di bidang transaksi barang dan jasa dengan berbasis kepada teknologi informasi dan internet. Marketplace adalah inovasi baru yang mengubah pola-pola lama jual beli seperti yang telah disebutkan di atas, bahkan marketplace kemudian mengubah cara kita bertransaksi dan berbelanja di dunia nyata kemudian berpindah ke dalam transaksi jual beli online.

Bagaimana marketplace mengubah gaya hidup dan cara berbelanja manusia? Tentu waktu yang dibutuhkan bertahun tahun ini mengubah hampir 90% cara hidup dan berbelanja serta jual beli manusia modern. Di kalangan penjual dan pengusaha marketplace adalah potensi baru untuk mengembangkan bisnis, memangkas biaya operasional dan bahkan (kabar buruknya) memangkas pegawai sehingga akan sangat efektif dalam menjalankan sebuah usaha dengan sumber daya pegawai yang optimal dan efektif.

Perubahan-perubahan apa itu marketplace yang berpengaruh terhadap dunia modern jual beli dapat dlihat dalam beberapa poin di bawah ini:

Pertama, dunia jual beli konvensional (klasik) biasanya akan membutuhkan modal awal untuk menyetok barang, menyewa sebuah ruang, kios atau kontrakan sebagai tempat bertemuanya penjual dan pembeli, atau dalam cara pandang yang kuno transaksi barang haruslah di pasar atau sejenisnya. Marketplace adalah inovasi baru, kini dengan hadirnya marketplace, pasar fisik tadi kemudian dipindah ke ruang maya bernama internet menggunakan teknologi informasi.

Baca Juga:  Aplikasi Edit Video Youtuber Bagi Pemula

Jadi ruang ruang sewa kios dan kontrakan anda yang tadinya berwujud fisik kemudian dipindahkan ke ruang online yang tersedia di marketplace, salah satu awalnya yang hadir di dunia adalah marketplace bernama amazon.com, ebay.com dan alibaba.com. Saat itu keduanya belum terkenal sebagai marketplace, masih disebut sebagai situs jual beli online.

Di Indonesia sendiri, apa itu marketplace baru hadir sekitar sepuluh tahun belakangan (jauh lebih telat setelah kehadiran amazon.com dan ebay.com), yaitu dengan hadirnya start up seperti shopee, tokopedia dan bukalapak. Ketiga marketplace ini adalah pioneer awal di Indonesia, yang sebenarnya sistem kerjanya sama dengan amazon.com dan ebay.com.

Cara kerja marketplace ini juga sama, yaitu menyediakan lapak/ruang sewa kepada para penjual untuk bertransaksi kepada pembeli, hanya saja ruang sewanya gratis, hanya berbiaya kecil dan dapat dioperasikan d internet serta buka 24 jam non-stop dengan sistem pembayaran online. Bandingkan dengan ketika kita menyewa ruang sewa usaha atau kontrakan di sebuah pasar atau pinggir jalan yang hanya bisa buka sekitar 12 jam hingga maksimal 20 jam dengan pegawai yang lebih banyak bukan?

Kedua, marketplace hadir juga merevolusi sistem operasional usaha modern, salah satunya dengan memangkas jumlah sumber daya manusia pegawai, sistem pembayaran dan laporan keuangan yang jauh lebih cepat ketimbang jual beli secara fisik. Contoh paling nyatanya adalah ketika membuka ruang sewa di pasar dengan dua pegawai maka akan membebani gaji operasional selama sebulan, apabila ingin diadakan lembur maka akan menambah operasonal, belum lagi jika akan membuka cabang di pasar lain, maka juga perlu menyewa kios baru dan pegawai baru bukan?

Nah, marketplace adalah penghilang sekat-sekat tersebut. Anda jualan di marketplace, membuka kios gratis dan langsung bisa berjualan tanpa harus menyewa pegawai, dan bahkan ketika jualan anda di marketplace sudah sangat laris dan besar anda hanya butuh 2 sampai 3 pegawai saja untuk packing barang dan juga kirim ke ekspedisi seperti pos atau jne dan tiki.

Operasional marketplace memang didesain seefektif mungkin sehingga ketika daya jual anda meningkat anda bisa menyewa pegawai harian atau anda tangani sendiri, sementara ketika omset menurun anda tidak perlu repot-repot memecati karyawan bukan? Dan tidak perlu membayar ongkos sewa kios dan kontrakan kan? Nah, bandingkan dengan ketika anda menyewa kios dan mempunyai pegawai lalu tiba-tiba omset menurun? Pastinya anda harus mencari dana talangan untuk membayar uang sewa dan menggaji mereka bukan.

Baca Juga:  Kursus Digital Marketing Serpong Paling Mutakhir

Pada konteks ini apa itu marketplace sudah melebihi yang banyak orang perkirakan. Awalnya marketplace yang hanya diperkirakan sebagai situs jual beli awal seperti amazon.com dan ebay.com yang hanya menjadi tempat orang berbelanja secara online (buka web, pesan, bayar via online dan kemudian barang akan sampai melalui pos). ternyata kehadiran marketplace mampu mengubah budaya dna gaya hidup manusia modern dengan memangkas operasional, mengefektifkan pegawai dan bahkan membuat laporan usaha menjadi lebih mudah dan terkontrol.

Pada persoalan lain yang lebih serius, pertumbuhan marketplace di Indonesia sudah cukup tinggi, setidaknya itu yang terlihat dari tiga marketplace (situs jual beli online yang menyediakan ruang transaksi barang dan jasa terbesar di Indonesia) seperti Shopee, Tokopedia dan juga Bukalapak. Di belakang tiga nama ini masih ada lagi yaitu jd.id, lazada.com hingga puluhan yang lain masih terus bermunculan. Tumbuhnya marketplace ini karena banyaknya kemajuan teknologi informasi, lahirnya start up hingga bermunculan investor investor besar dari negara maju yang siapa mendanai kelahiran marketplace.

Tiga posisi besar marketplace di Indonesia diisi oleh Shopee, yang banyak mendapat pendanaan dari luar negeri, baru kemudian disusul dua marketplace milik anak bangsa yaitu Tokopedia dan Bukalapak. Pertumbuhan ketiga marketplace ini telah mencapai angka transaksi miliar hingga triliunan rupiah sehingga terus menggaet banyak penjual dan pembeli untuk bergabung.

Jika anda adalah seorang pengusaha, pedagang dan bahkan sales, maka akan lebih baik untuk membuka lapak di tiga marketplace tersebut. Segala jenis barang dan jasa di tawarkan di sana, mulai dari barang-barang kecil yang dibutuhkan beberapa orang saja (misalnya peniti saja dijual), sampai pada barang-barang besar yang dikirim lewat kargo seperti akuarium, lemari es, arwana, tumbuhan dll.

Selain itu marketplace juga menjadi sarana pembelian dan penjualan jasa yang juga memiliki potensi besar layaknya jual beli barang. Misalnya angka pertumbuhan jasa pembelian pulsa, polis asuransi, cicil emas, hingga kredit online pun banyak menggunakan jasa marketplace ini. Jadi bagi anda yang ingin mencicipi kue ekonomi Indonesia di bidang marketplace, sudah saatnya membuka lapak/kios di marketplace, bagaimana caranya? Ikuti langkah-langkah di bawah ini:

Baca Juga:  Jenis-jenis kamera untuk vlogger bagi pemula

Pertama, anda harus memastikan dahulu apakah sebagai penjual atau pembeli agar lebih memudahkan fokus pekerjaan anda. Kemudian carilah produk yang akan anda jual, bisa juga berupa jasa atau barang yang sudah familiar maupun belum familiar. Sampai saat ini sudah ada ribuan pernak pernik dagang bahkan satu sama lain sama, percayalah bahwa rezeki seseorang telah diatur oleh Tuhan.

Kedua, siapkan foto-foto produk anda yang telah disetting dengan baik, bahkan kalau bisa rentang harga yang akan anda jual, anda bisa melakukan riset kecil-kecilan kira-kira barang sejenis di dalam rentang harga berapa saja. Anda bisa saja menjual di bawah rentang harga normal dan rata rata atau bahkan lebih tinggi, semua tergantung hitungan bisnis anda.

Ketiga, bukalah via website atau donwload app di app store aplikasi shopee, tokopedia dan bukalapak. Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan di internet mana saja marketplace yang sesuai dengan barang yang akan anda jual. Selanjutnya persiapkan email anda untuk mendaftar dan juga nomor handphone.

Keempat, daftarlah dengan memencet link “sign up” atau “pendaftaran” kemudian isi formulir yang telah disediakan secara lengkap, terutama nama toko anda dan bahkan tagiline, no handphone dan rekening. Jangan lupa keterangan keterangan yang diminta diisi semua termasuk upload ktp dan bahkan foto selfie berktp.

Kelima, upload foto-foto yang telah anda miliki dan kemudian isi keterangan deskripsi yang dibutuhkan, kemudian anda tinggal percantik logo toko anda. Taraa,,, toko online anda di marketplace bisa mulai anda jalankan dengan promosi kepada teman-teman melalui media sosial, membuat stiker kecil-kecilan atau bahkan membuat banner di tempel di depan rumah anda agar para tetangga mengetahui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *