Banjir Melanda Terminal Kampung Rambutan, Dampak dan Tindakan yang Diperlukan

Jakarta – Terminal Kampung Rambutan mengalami banjir yang cukup signifikan, sebuah kejadian yang jarang terjadi di lokasi ini. Banjir tersebut disebabkan oleh meluapnya Kali Cipinang, yang dipicu oleh curah hujan yang tinggi di wilayah tersebut.

Dampak Banjir di Terminal Kampung Rambutan

Kepala Terminal Kampung Rambutan, Revi Zulkarnain, mengungkapkan bahwa genangan air mulai terlihat sejak pukul 22.00 WIB. Luapan air yang masuk ke terminal merupakan akibat dari hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. “Ketinggian air mencapai antara 10 hingga 20 sentimeter,” jelasnya.

Walaupun situasi ini menimbulkan genangan, Revi menegaskan bahwa kondisi masih aman untuk operasi kendaraan besar seperti bus. “Bus AKAP dan Transjakarta tetap melayani penumpang tanpa pembatalan perjalanan karena genangan,” imbuhnya.

Monitoring dan Tindakan yang Diperlukan

Petugas di terminal terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terjadi genangan lebih lanjut, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas yang tinggi. “Kami selalu siap siaga untuk menghadapi kemungkinan yang terjadi,” kata Revi.

Seiring dengan mulai surutnya air, aktivitas penumpang di terminal pun mulai kembali normal. Meski begitu, pengelola terminal tetap mengingatkan pengguna transportasi untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca dan potensi genangan yang mungkin terjadi di beberapa titik, terutama di sekitar aliran sungai.

Banjir di Wilayah Sekitar Terminal

Sebelumnya, luapan Kali Cipinang juga berdampak pada sembilan rukun warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, pada Sabtu (21/3). Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menyatakan bahwa banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dari pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.

“Hujan yang terjadi sore itu membawa volume air yang cukup besar dari hulu di Cimanggis, Depok, sehingga Kali Cipinang meluap,” ujar Panangaran saat dihubungi. Dikatakannya, dari lima kelurahan di Kecamatan Ciracas, empat di antaranya dilintasi oleh Kali Cipinang dan mengalami dampak banjir.

Wilayah Terdampak Banjir

Keempat kelurahan yang terdampak adalah:

Genangan air dilaporkan terjadi di beberapa RW, seperti di Kelurahan Cibubur yang mengalami genangan di RW 05 dan RW 06. Di Kelurahan Kelapa Dua Wetan, RW 02, RW 09, dan RW 11 juga terendam. Sementara itu, di Kelurahan Ciracas, banjir melanda RW 04 dan RW 05. Di Kelurahan Rambutan, genangan terjadi di RW 01 dan RW 03.

Waktu Meluap dan Surutnya Air

Panangaran menjelaskan bahwa air mulai meluap dari Kali Cipinang sekitar pukul 18.30 WIB. Umumnya, genangan di wilayah tersebut akan surut dalam waktu kurang lebih dua jam. Namun, kali ini, air belum juga surut hingga lebih dari tiga jam setelahnya. “Biasanya dalam dua jam sudah surut, tetapi hingga pukul 22.00 WIB, air masih bertahan,” ujarnya.

Belum surutnya genangan ini diduga disebabkan oleh tingginya volume air kiriman dari hulu serta kapasitas Kali Cipinang yang tidak memadai untuk menampung seluruh aliran air tersebut.

Upaya Penanganan Banjir

Dalam menghadapi situasi ini, pemerintah setempat telah melakukan berbagai langkah untuk penanganan banjir. Beberapa upaya yang dilakukan antara lain:

Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak dari banjir dan meningkatkan respons terhadap situasi serupa di masa mendatang.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan sekitar juga menjadi kunci dalam mengurangi risiko banjir. Masyarakat diimbau untuk:

Dengan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan dampak banjir dapat diminimalisir dan penanganan bencana dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Pendidikan dan Mitigasi Banjir

Pendidikan mengenai bencana alam, termasuk banjir, juga sangat penting untuk meningkatkan kesiapan masyarakat. Program-program edukasi tentang mitigasi bencana perlu digalakkan, baik di sekolah maupun di komunitas. Beberapa poin kunci yang bisa diajarkan antara lain:

Dengan pengetahuan yang cukup, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak banjir, serta bersiap untuk menghadapi situasi darurat dengan lebih baik.

Infrastruktur dan Perencanaan Kota

Perencanaan kota yang baik sangat penting dalam menghadapi masalah banjir. Infrastruktur yang memadai, seperti saluran drainase yang efisien dan ruang terbuka hijau, dapat membantu mengurangi dampak banjir. Beberapa rekomendasi untuk perbaikan infrastruktur di sekitar terminal dan wilayah sekitarnya meliputi:

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kawasan sekitar Terminal Kampung Rambutan dapat mengurangi risiko banjir dan meningkatkan ketahanan terhadap bencana alam di masa depan.

➡️ Baca Juga: Taman Bendera Pusaka Ciptakan Ruang Khusus untuk Pemberdayaan UMKM dan Ekonomi Lokal

➡️ Baca Juga: Monolog Conan O’Brien di Oscar 2026: Kritik Tajam untuk Timothée Chalamet dan Bos Netflix

Exit mobile version