slot depo 10k slot depo 10k
Pendidikan

BRIN Mengolah Limbah Kelapa Sawit Menjadi Biomassa untuk Boiler yang Efisien

Jakarta – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) kini menjalin kerja sama dengan Sumitomo Heavy Industries, Ltd. (SHI) dari Jepang untuk mengolah tandan kosong kelapa sawit, yang dikenal sebagai Empty Fruit Bunch (EFB), menjadi sumber biomassa yang efisien untuk boiler. Melalui kolaborasi ini, BRIN dan SHI berusaha mengembangkan teknologi yang tidak hanya meningkatkan kualitas bahan bakar, tetapi juga menguji karakteristik pembakaran EFB. Dengan ini, boiler bisa beroperasi sepenuhnya menggunakan EFB tanpa perlu mencampurnya dengan bahan bakar fosil atau biomassa lain.

Menghadapi Tantangan Pemanfaatan EFB

Pemanfaatan EFB sebagai bahan bakar tidak tanpa tantangan. Kepala Pusat Riset Konversi Energi BRIN, Tata Sutardi, menekankan bahwa material ini memiliki beberapa kendala, termasuk nilai kalor yang relatif rendah dan tingkat kelembapan, alkali, serta klorin yang tinggi. Kondisi ini dapat berpengaruh pada efisiensi proses pembakaran dan dapat mempercepat kerusakan pada sistem boiler.

“Setiap teknologi upgrade yang diterapkan dapat menghasilkan karakteristik bahan bakar yang berbeda. Oleh karena itu, selain mengamati perubahan sifat bahan bakar, kita juga harus mengevaluasi karakteristik pembakarannya agar sesuai dengan kebutuhan boiler,” terang Tata.

Berbagai Metode Upgrading

BRIN melakukan kajian mendalam terhadap lima pendekatan untuk meningkatkan kualitas bahan bakar EFB. Metode yang diteliti meliputi:

  • Fuel Washing: Mengurangi kadar kontaminan dalam EFB.
  • Hydrothermal Treatment: Memanfaatkan air panas untuk meningkatkan sifat fisik dan kimia EFB.
  • Torrefaction: Proses pengeringan dan pengolahan termal untuk meningkatkan nilai kalor.
  • Decarbonization: Mengurangi kadar karbon yang dapat mengganggu proses pembakaran.
  • Biological Treatment: Menggunakan mikroorganisme untuk mengolah EFB menjadi bahan bakar yang lebih baik.

Kombinasi dari kelima metode ini bertujuan untuk menghasilkan EFB dengan karakteristik yang lebih sesuai untuk pembakaran di boiler. Proses upgrading yang dilakukan terbukti meningkatkan nilai kalor sambil mengurangi kadar air, alkali, dan klorin dari EFB.

Pengujian dan Evaluasi Karakteristik Pembakaran

Perekayasa Ahli Muda dari Pusat Riset Teknologi Konversi Energi BRIN, Taopik Hidayat, menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi boiler dengan sistem pembakaran penuh, di mana 100 persen EFB digunakan tanpa bahan tambahan. Setelah proses upgrading, masing-masing jenis bahan bakar diuji pada skala laboratorium menggunakan simulator boiler tipe fluidized bed yang tersedia di KST B.J. Habibie, Serpong.

Pengujian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas setiap metode dalam menghasilkan biomassa yang sesuai baik dari sisi teknis maupun ekonomis. Pengujian ini juga didukung oleh modul analisis bahan bakar yang disediakan oleh SHI, yang meliputi Ashing Furnace dan Fluidizing Furnace, untuk mengevaluasi karakteristik pembakaran EFB setelah proses upgrading.

Proses Instalasi dan Komisioning

Instalasi dan commissioning perangkat dilakukan pada 11 hingga 28 Agustus 2026 di Laboratorium Energi, KST B.J. Habibie, Serpong, Banten. Dari lima metode yang diuji, BRIN dan SHI akan memilih teknologi paling menjanjikan untuk pengembangan lebih lanjut. Teknologi yang terpilih akan ditingkatkan ke tahap scale-up sebelum diuji pada Circulating Fluidized Bed (CFB) Boiler Pilot Plant milik SHI yang berada di Niihama, Jepang.

Tujuan Kolaborasi

Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas EFB sebagai bahan bakar, tetapi juga pada pengembangan desain boiler yang disesuaikan dengan karakteristik EFB yang telah di-upgrade. Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, pengembangan teknologi berlangsung dari peningkatan kualitas bahan bakar, evaluasi karakteristik pembakaran, hingga penyesuaian desain sistem boiler.

Melalui langkah ini, BRIN berharap dapat menciptakan teknologi pemanfaatan biomassa yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan industri. Bagi Indonesia, pengembangan teknologi ini memberikan peluang untuk meningkatkan nilai guna tandan kosong kelapa sawit sebagai limbah industri.

Peluang untuk Mengurangi Penggunaan Bahan Bakar Fosil

EFB berpotensi menjadi sumber bahan bakar alternatif untuk boiler, yang dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, khususnya batubara. Inisiatif ini merupakan bagian dari kolaborasi riset antara BRIN dan SHI yang telah dilakukan secara bertahap, dimulai dengan penandatanganan MoU tentang Kerja Sama Riset dan Inovasi dalam Teknologi dan Manufaktur Berbasis Karbon Rendah pada 22 Oktober 2024.

Kerja sama tersebut kemudian dilanjutkan dengan perjanjian tentang Pengembangan Boiler Biomassa Berdasarkan EFB pada 26 Februari 2025, dan penyediaan modul analisis bahan bakar melalui perjanjian yang ditandatangani pada 18 Mei 2026.

Dasar Teknologi yang Kuat untuk Pemanfaatan EFB

Rangkaian riset ini diharapkan menghasilkan dasar teknologi yang lebih solid untuk pemanfaatan EFB sebagai bahan bakar boiler, mulai dari pemilihan metode upgrading hingga pengembangan sistem pembakaran. Taopik menegaskan bahwa selain meningkatkan nilai guna residu dari industri kelapa sawit, pengembangan ini juga bertujuan untuk mendukung diversifikasi sumber energi dan teknologi energi rendah karbon. Hal ini sejalan dengan upaya Indonesia untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.

➡️ Baca Juga: Komdigi Mendukung Keputusan Mahkamah Konstitusi Terkait Kuota Internet di Indonesia

➡️ Baca Juga: Dinsos Kalimantan Selatan Memperpanjang Operasional Dapur Umum Karhutla Hingga 18 September

Related Articles

Back to top button