Empat Alasan Desan Grafis adalah Masa Depan Kalangan Millenial

Posted on

Desan Grafis adalah – Perkembangan dunia digital, industri 4.0 hingga teknologi informasi akan membawa beberapa jurusan menjadi primadona di kalangan millenial masa depan. Sebutan millenial sendiri disematkan bagi golongan yang lahir di atas tahun 1990, dimana mereka saat ini berada di jenjang sekolah menengah atas dan dunia perkuliahan. Jadi mereka sedang mengalami fase perkembangan ilmu pengetahuan yang diaplikasikan ke dalam dunia industri.

Perkembangan dunia industri dan digital saat ini ditopang oleh lajunya internet yang dibuktikan dengan semaraknya start up market place, perkembangan dunia teknologi informasi, serta perkembangan software-software teknologi informasi pendukung komputer, robot hingga artifcal intelligence.

Beberapa ilmu yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan-perkembangan tersebut antara lain ilmu komputer, ilmu teknik komputer dan perangkat lunak, serta tentunya ilmu desain grafis. Apa itu desain grafis? Jika ilmu komputer dan ilmu teknik komputer lebih kepada pembelajaran perangkat keras dan lunak sebuah program komputer.

Maka pengertian desain grafis lebih luas ketimbang hanya belajar perangkat keras dan lunak, desain grafis adalah ilmu untuk membranding (menjual) sebuah produk, sebuah software atau sebuah aplikasi agar diterima oleh publik. Desain grafis adalah sebuah pengingat bahwa marketplace bukalapak dikenal publik dengan warna merahnya atau tokopedia dikenal dengan warna hijau dan simbol burungnya, nah itu adalah pengertian desain grafis.

Seain itu, desain grafis adalah alat pendukung bagi bisnis-bisnis berbasis internet marketing. Disebut pendukung karena tanpa adanya desain grafis maka bisnis-bisnis tersebut bisa jadi tidak berjalan. Seseorang menjual produk dengan tampilan website yang ala kadarnya dan kacau tentunya akan susah untuk diterima publik. Nah, fungsi desain grafis adalah menyajikan tampilan website yang baik, tampilan produk yang menarik dan tampilan penjual yang berkesan di mata publik.

Baca Juga:  Aplikasi Pelacak Hp berbasis Android

Belajar desain grafis sendiri bagi kalangan millenial saat ini terbagi atas dua jalan: jalan pertama adalah belajar desain grafis secara formal. Anda mengambil kuliah jurusan desain grafis, misalnya di beberapa kampus negeri dan swasta di jakarta. Atau mengambil kursus desain grafis secara singkat di beberapa lembaga kursus di sekitar jakarta, belajar kursus dari dasar hingga mahir bisa menjadi solusi paling efektif bagi anda yang masih sibuk bekerja kantoran.

Selanjutnya belajar desain grafis bagi kalangan millenial juga bisa secara otodidak atau mandiri, tentunya tantangan terbesar bagi yang belajar otodidak adalah harus bekerja keras memahami materi secara sendiri dan tidak ada mentor yang bisa ditanyakan. Terkecuali anda sudah memahami dasar-dasar desain grafis berarti tidak akan menimbulkan masalah. Sementara ini, kursus desain grafis adalah jalan termudah bagi pemula untuk memahami desain grafis.

Sementara bagi anda yang ingin kuliah formal jurusan desain grafis, anda bisa memilih kuliah singkat setara D1 atau D3 untuk jurusan desain grafis, ini lebih efektif dan menyeluruh ketimbang harus kuliah s1 desain grafis yang cukup lama. Sampai saat ini jurusan desain grafis untuk D1 dan D3 yang hanya memakan waktu setahun atau tiga tahun telah banyak dibuka di kampus swasta di bilangan jabotabek. Anda tinggal mencocokkan waktu yang tepat dan kesesuaian dengan kurikulum yang ditawarkan.

Lalu jika ingin belajar otodidak terlebih dahulu baru kemudian mengikuti perkuliahan jurusan desain grafis secara formal apakah bisa? Tentu saja bisa. Anda bisa memulai pembelajaran otodidak dengan mempelajari beberapa aplikasi desain grafis yang diinstalasi di komputer atau laptop anda. Beberapa aplikasi desian grafis juga bisa dibuka di android, tetapi untuk pemula disarankan belajar aplikasi desain grafis di komputer atau laptop karena lebih sempurna ketimbang di android.

Baca Juga:  Prinsip Seni Rupa dalam Kajian Kebudayaan

Aplikasi Desain Grafis Terbaik

Beberapa aplikasi desain grafis yang direkomendasikan untuk dipelajari bagi pemula tersedia dafarnya di bawah ini, anda juga tinggal membeli buku pedomannya di toko buku atau mendownloadnya dari internet:

Corel Draw

Pertama, aplikasi desain grafis paling dasar Corel Draw, aplikasi desain grafis ini sudah dikenal di kalangan sekolah menengah pertama dan atas sebagai aplikasi desain grafis paling sederhana. Bisa membuat logo, mengedit, memotong dan bahkan menambahkan sentuhan perubahan warna, saturasi, perubahan pattern dan lain-lain.

Adobe Photoshop

Kedua, aplikasi desain grafis yang layak selanjutnya anda coba ketika belajar otodidak adalah adobe photoshop. Merupakan keluarga adobe pertama yang wajib dipelajari oleh pemula. Adobe photoshop ini menawarkan fitur yang lebih canggih ketimbang corel draw, bisa digunakan untuk membuat logo, membuat desain yang terdiri atas beberapa halaman yang ditumpuk.

Adobe ilustrator dan Adobe indesign

Ketiga, software aplikasi desain grafis selanjutnya adalah adobe ilustrator dan adobe indesign. Tentu saja dua aplikasi desain grafis ini lebih lengkap dan lebih canggih ketimbang dua aplikasi sejenis sebelumnya. Anda akan menemukan banyak fitur-fitur menarik yang tidak bisa ditemukan di aplikasi desain grafis yang lainnya.

Nah, pada bagian terakhir ini akan dijabarkan kenapa jurusan desain grafis ini merupakan masa depan bagi kalangan millenial, anda wajib untuk mencermati agar memberikan pertimbangan mendalam ketika akan belajar desain grafis, sekaligus memberikan motivasi:

Pertama, Perkembangan industri lima sampai sepuluh tahun kedepan masih bergantung kepada internet dan teknologi informasi, ini berarti apapun yang terjadi dalam kurun satu dasawarsa kedepan, kebutuhan olah desain grafis baik berupa teks, logo dan digital masih akan dibutuhkan.

Baca Juga:  Cara mengubah pdf ke jpg secara instan

Kedua, aplikasi desain grafis adalah salah satu aplikasi yang terus berkembang untuk mendukung industri 4.0, teknologi informasi hingga artifisial intelligent. Pernahkah melihat proses iklan yang melibatkan cara baru hanya dengan scan qr code dan kemudian kita bisa berbelanja dengan mudah? Disanalah peran apa itu desain grafis menjadi sarana utama mendukungnya.

Ketiga, jurusan desain grafis bisa dikerjakan dimana saja dan kapan saja, ini karena sifat desain grafis tidak bisa dikerjakan sekali waktu di dalam kelas. Kalangan millenial yang suka nongkrong bisa mengerjakan desain grafis dimanapun dan kapanpun selama masih bisa mengakses komputer dan laptop.

Keeempat, pertumbuhan sistem android juga mendorong perkembangan aplikasi desain grafis yang lebih efektif dan simpel. Kini generasi millenial bisa belajar desain grafis hanya melalui android, baru kemudian disempurnakan dengan aplikasi desain grafis berbasis pc atau komputer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *