Dinas PUPR Badung Berikan Klarifikasi Terkait Isu Kerusakan Proyek Breakwater di Tebing Pura Uluwatu

Isu kerusakan infrastruktur pengaman tebing di kawasan Pura Uluwatu yang beredar di media sosial mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Badung, khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam penjelasannya, Dinas PUPR Badung memberikan penjelasan rinci dan tegas terkait proyek tersebut.
Penjelasan Terkait Proyek Fase Pertama
Menurut Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Badung, Anak Agung Rama Putra, kerusakan yang viral di media sosial sebenarnya merupakan bagian dari proses fase pertama proyek tersebut. Dalam fase ini, batu-batu armor diletakkan dan atasnya diberi lapisan batu kapur untuk pembentukan jalan inspeksi. Akan tetapi, karena gelombang yang tinggi, batu kapur tergerus dan terlihat seolah-olah rusak.
Pentingnya Batuan Tetrapod dan Armor
Agung Rama Putra menjelaskan bahwa batuan yang tampak berserakan bukan merupakan masalah. Hal utama dalam proyek ini adalah pemasangan batuan tetrapod dan armor yang berfungsi sebagai peredam ombak di bagian terdepan. Ini menjadi prioritas utama dalam proyek pengamanan tebing ini.
Tanggapan Terhadap Isu Kerusakan Proyek
Sebuah video lain yang menjadi viral menunjukkan material yang tampak berserakan di bagian barat daya tebing di atas batu armor. Hal ini disalahartikan sebagai kerusakan pada proyek pengamanan tebing. Namun, Plt Kepala Dinas PUPR Badung mengklarifikasi bahwa itu sebenarnya adalah pengunci ombak yang dipasang untuk mengurangi gelombang dan akan dilanjutkan pada fase kedua proyek.
Tujuan Proyek Pengamanan Tebing
Proyek ini bertujuan untuk melindungi tebing Pura Uluwatu yang saat ini sudah terpapar langsung oleh ombak. Dengan adanya pengunci ombak, air akan menjadi lebih stabil dan siap melanjutkan ke fase kedua. Dalam fase pertama ini, proyek telah berhasil memperkecil hantaman gelombang langsung ke kaki tebing.
Kondisi Tebing Pasca Proyek Fase Pertama
Konsultan Perencana Proyek Penanganan Tebing Retak Pura Uluwatu, Arisandi Putra, menambahkan bahwa saat ini kondisi tebing sudah aman dari ancaman retakan utama. Dengan hasil ini, proyek siap berlanjut ke fase kedua untuk optimalisasi perlindungan kaki tebing.
Rencana Proyek Fase Kedua dan Ketiga
Dinas PUPR Badung saat ini sedang dalam proses pelelangan untuk melanjutkan proyek ke fase kedua yang ditargetkan dimulai pada April 2026. Pada fase kedua, Pemkab Badung akan memperkuat struktur pengaman tebing dan meningkatkan utilitas area kaki tebing untuk kegiatan upacara keagamaan.
Untuk fase ketiga, perbaikan akan dilakukan pada area atas Pura Uluwatu yang retak dengan merelokasi pagar pembatas dan infrastruktur ibadah serta pariwisata. Penataan kawasan tebing secara keseluruhan akan dilakukan, termasuk pembangunan kembali Alas Kekeran, penataan drainase utama, dan sistem monitoring perawatan secara holistik.
➡️ Baca Juga: Program Revitalisasi Sekolah di Bireuen Tingkatkan Standar Pendidikan: Pendekatan Strategis SEO
➡️ Baca Juga: Pastikan Anak Sudah Divaksin Campak Sebelum Mudik untuk Kesehatan Optimal


