Ekspor Perikanan Maluku Mencapai Rp700 Miliar pada Januari – September 2023

Jakarta – Ekspor perikanan dari wilayah Maluku menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan angka mencapai Rp700 miliar (sekitar USD40,8 juta) dalam rentang waktu 1 Januari hingga 23 September 2023. Pencapaian ini tidak hanya memberikan dampak positif terhadap perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja di sektor perikanan yang mencapai 1.102 pekerja. Hal ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh Maluku sebagai salah satu pusat perikanan di Indonesia.
Kontribusi Ekspor terhadap Perekonomian Maluku
Dalam mendukung pertumbuhan ini, Plt. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (Badan Mutu KKP) Ishartini menjelaskan bahwa keberhasilan ekspor perikanan dari daerah yang dijuluki Lumbung Ikan Nasional ini tidak terlepas dari kualitas layanan jaminan mutu yang diberikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dengan dukungan ini, produk perikanan yang dihasilkan dapat memenuhi standar global yang diperlukan untuk bersaing di pasar internasional.
Peran KKP dalam Meningkatkan Kualitas Ekspor
Ishartini menambahkan, “KKP melalui UPT Badan Mutu Maluku hadir untuk membantu pelaku usaha dengan menjamin mutu dari awal hingga akhir proses produksi. Dengan demikian, semua komoditas perikanan yang akan masuk ke rantai pasok domestik maupun ekspor telah memenuhi standar kualitas dan keamanan pangan yang diakui secara internasional.” Pernyataan ini menegaskan komitmen KKP dalam mendukung pelaku usaha perikanan di Maluku.
Rincian Ekspor Perikanan Maluku
Ishartini juga merinci bahwa nilai ekspor perikanan sebesar Rp700 miliar tersebut meliputi total volume mencapai 9.675,8 ton, yang terdiri dari tiga komoditas utama: tuna, udang vannamei, dan ikan julung-julung. Negara-negara tujuan ekspor ini mencakup berbagai pasar internasional, antara lain Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Singapura, Jepang, Amerika Serikat, Vietnam, Arab Saudi, Malaysia, dan Korea Selatan.
Komoditas Utama dalam Ekspor Perikanan
- Tuna
- Udang Vannamei
- Ikan Julung-julung
- Produk olahan ikan dari Unit Pengolahan Ikan (UP)
- Komoditas bersertifikat HACCP
Produk perikanan yang diekspor berasal dari 18 Unit Pengolahan Ikan (UP) yang telah mendapatkan sertifikasi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) dan terdaftar di negara-negara tujuan. Ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk keamanan dan kualitas pangan.
Standar Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan
Ishartini juga mencatat bahwa seluruh ikan yang diekspor disertifikasi oleh Badan Mutu dan telah menerima Sertifikat Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (SMKHP), yang merupakan dokumen penting yang diperlukan di negara tujuan. Sertifikasi ini tidak hanya menjamin kualitas produk tetapi juga memberikan rasa aman bagi konsumen di pasar internasional.
Pentingnya Jaminan Mutu dalam Peningkatan Daya Saing
Dalam konteks ini, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menekankan pentingnya jaminan mutu hasil perikanan dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global. Untuk itu, Menteri Trenggono mengingatkan Badan Mutu KKP agar lebih aktif terlibat dalam proses sertifikasi di berbagai rantai produksi.
Mendorong Pertumbuhan Sektor Perikanan yang Berkelanjutan
Dengan pencapaian ekspor yang mencolok ini, sektor perikanan di Maluku berpotensi untuk terus tumbuh dan berkembang. Upaya untuk meningkatkan kualitas produk melalui jaminan mutu akan menjadi langkah kunci dalam mempertahankan keberlanjutan industri perikanan di daerah ini. Hal ini penting untuk memastikan bahwa Maluku tidak hanya dikenal sebagai produsen ikan, tetapi juga sebagai penyedia produk perikanan berkualitas tinggi yang memenuhi standar internasional.
Peluang dan Tantangan Ekspor Perikanan Maluku
Meskipun ada pencapaian yang menggembirakan, sektor perikanan di Maluku juga menghadapi berbagai tantangan. Persaingan di pasar global semakin ketat, dan pelaku usaha perlu terus beradaptasi dengan tren serta kebutuhan pasar. Oleh karena itu, inovasi dalam produk dan proses pengolahan menjadi sangat penting.
Strategi Meningkatkan Daya Saing Ekspor Perikanan
Agar dapat bersaing dengan produk dari negara lain, pelaku usaha di sektor perikanan Maluku bisa mengadopsi beberapa strategi, antara lain:
- Memperkuat jaringan distribusi untuk akses pasar yang lebih luas.
- Meningkatkan kualitas produk melalui pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia.
- Melakukan riset dan pengembangan untuk menciptakan produk baru yang inovatif.
- Memperhatikan aspek keberlanjutan dalam praktik penangkapan ikan.
- Memanfaatkan teknologi untuk efisiensi produksi dan pemasaran.
Dengan menerapkan strategi-strategi tersebut, diharapkan sektor perikanan di Maluku dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional.
Kesimpulan: Membangun Masa Depan Perikanan Maluku
Secara keseluruhan, pencapaian ekspor perikanan Maluku yang mencapai Rp700 miliar dalam periode Januari hingga September 2023 menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh daerah ini. Dengan dukungan dari KKP dan upaya untuk meningkatkan mutu serta daya saing produk, sektor perikanan di Maluku dapat terus tumbuh dan berkontribusi pada perekonomian lokal dan nasional.
➡️ Baca Juga: PLN Sukses Pulihkan Sistem Kelistrikan Flores Setelah Gempa, Pelanggan Kembali Menyala
➡️ Baca Juga: AS Menyita Kapal Kargo Iran Usai Teheran Menolak Perundingan Damai Kedua




