Gerakan Pangan Murah di Sumut, Pastikan Harga Beras dan Daging Terjangkau bagi Masyarakat

Dengan meningkatnya biaya hidup, banyak masyarakat di Sumatera Utara yang menghadapi tantangan dalam menjaga daya beli mereka, terutama terhadap kebutuhan pangan. Menanggapi situasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) meluncurkan Gerakan Pangan Murah, sebuah inisiatif yang bertujuan untuk menstabilkan harga bahan pangan serta mengendalikan inflasi di daerah tersebut. Program ini tidak hanya menjadi solusi untuk memastikan ketersediaan pangan yang memadai, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap makanan yang terjangkau.
Inisiatif Gerakan Pangan Murah
Gerakan Pangan Murah di Sumut diluncurkan sebagai langkah strategis oleh Pemprov Sumut untuk menjamin stabilitas harga bahan pangan. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumut, Fariz Haholongan Hutagalung, menekankan bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan pangan serta memfasilitasi masyarakat agar dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan kesejahteraan masyarakat.
Jadwal Pelaksanaan Program
Gerakan Pangan Murah ini akan dilaksanakan dalam beberapa tahap. Pada tahap awal, kegiatan ini dijadwalkan berlangsung secara serentak pada tanggal 27, 28, dan 31 Agustus 2026. Setelah itu, program ini akan dilakukan secara rutin setiap bulan sebanyak empat kali, mulai dari bulan September hingga Desember 2026. Dengan demikian, masyarakat akan memiliki akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih bersahabat.
Komoditas yang Ditawarkan
Dalam rangka mendukung Gerakan Pangan Murah, berbagai komoditas pangan akan disediakan dengan harga yang terjangkau. Beberapa jenis bahan pangan yang akan ditawarkan antara lain:
- Beras dari program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP)
- Beras medium dan premium
- Minyak Kita
- Berbagai jenis cabai, termasuk cabai merah dan cabai rawit
- Daging ayam ras, daging sapi, dan telur ayam ras
- Ikan dencis dan jagung
Dengan variasi komoditas yang ditawarkan, diharapkan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangan mereka tanpa harus khawatir akan harga yang melambung.
Kolaborasi Lintas Sektor
Program Gerakan Pangan Murah ini tidak dapat terwujud tanpa kolaborasi yang solid antar berbagai sektor. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan berperan sebagai penggerak utama, sementara Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi dan Sumber Daya Mineral, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu turut serta dalam pelaksanaannya. Selain itu, Biro Perekonomian Setdaprov Sumut juga berkontribusi dalam menyukseskan program ini.
Peran Perangkat Daerah dan Mitra Kerja
Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah juga melibatkan berbagai perangkat daerah terkait, termasuk Perum Bulog dan sejumlah distributor pangan. Kerjasama ini juga mencakup pelaku usaha pangan, Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), serta Kantor Perwakilan Bank Indonesia di Provinsi Sumut, Pematangsiantar, dan Sibolga. Sinergi ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata dan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
Tujuan dan Harapan Program
Fariz menjelaskan bahwa Gerakan Pangan Murah bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan yang merata dan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, terutama di daerah-daerah dengan tingkat inflasi dan Indeks Perubahan Harga (IPH) yang tinggi. Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari upaya Pemprov Sumut dalam menjaga daya beli mereka.
Strategi Menekan Inflasi
Melalui Surat Edaran Gubernur Sumatera Utara Nomor 500.1.2.1/7083 Tahun 2026, semua pemangku kepentingan diharapkan dapat bersinergi untuk menekan laju inflasi dan menjaga daya beli masyarakat Sumut. Kolaborasi lintas sektor ini sangat penting untuk menyatukan data pasokan, memetakan wilayah yang rentan, serta memperkuat koordinasi jalur distribusi pangan.
Pentingnya Stabilitas Harga Pangan
Dengan adanya Gerakan Pangan Murah, Pemprov Sumut berkomitmen untuk memperkuat sinergi antar sektor demi menjaga stabilitas harga pangan. Program ini menjadi landasan untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan dengan harga yang terjangkau. Hal ini sangat penting untuk menciptakan iklim perekonomian yang stabil dan kondusif, serta menjaga ketahanan pangan di daerah.
Optimisme Pemprov Sumut
Fariz menyatakan optimisme Pemprov Sumut dalam menjaga ketahanan pangan daerah. Melalui upaya ini, diharapkan harga pangan pokok tetap ramah di kantong masyarakat, sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup. Pemprov Sumut berkomitmen untuk menciptakan iklim perekonomian yang stabil hingga akhir tahun, sehingga masyarakat dapat terus merasakan manfaat dari Gerakan Pangan Murah ini.
Dengan program ini, diharapkan masyarakat Sumut tidak hanya dapat menikmati pangan yang berkualitas, tetapi juga dapat merasakan dampak positif dari upaya pemerintah dalam menjaga daya beli mereka. Gerakan Pangan Murah adalah langkah nyata untuk menciptakan masa depan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat di Sumatera Utara.
➡️ Baca Juga: Terungkap Identitas Pelaku Penembakan di Rumah Rihanna dengan Jaminan Tembus Rp172 Miliar
➡️ Baca Juga: Jelang Duel Liga Champions, Rekor Pertemuan Real Madrid vs Manchester City Masih Sama Kuat



