slot depo 10k
Ekonomi

GoTo Targetkan Pertumbuhan EBITDA Signifikan, Optimis Lampaui Proyeksi 2026

Jakarta – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan hasil yang menggembirakan sepanjang tahun 2025 dengan pencapaian EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization) yang melampaui target awal yang ditetapkan. Dengan total EBITDA Grup mencapai Rp 2 triliun, angka ini lebih tinggi dibandingkan ekspektasi sebelumnya yang berkisar antara Rp 1,8 triliun hingga Rp 1,9 triliun. Keberhasilan ini merupakan sinyal positif bagi para investor dan semakin memperkuat posisi GoTo sebagai salah satu pemain utama dalam ekosistem digital Indonesia. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan signifikan dalam Gross Transaction Value (GTV) inti, yang berhasil tumbuh 49% sepanjang tahun 2025. GTV inti ini meliputi transaksi dari layanan utama GoTo, seperti Gojek (transportasi dan pengiriman), Tokopedia (e-commerce), serta GoPay (layanan keuangan). Peningkatan ini menunjukkan bahwa layanan-layanan GoTo semakin diterima dan menjadi bagian integral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Optimisme GoTo Menuju Tahun 2026

Dengan pandangan ke depan, GoTo menunjukkan optimisme tinggi untuk tahun 2026 dengan target pertumbuhan EBITDA yang lebih ambisius. Perusahaan ini menargetkan peningkatan EBITDA dalam kisaran 59-69%, yang akan membawa total EBITDA ke angka Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun. Target ini mencerminkan keyakinan GoTo terhadap potensi pertumbuhan bisnisnya serta kemampuan untuk terus meningkatkan efisiensi operasional.

Direktur Utama Grup GOTO, Hans Patuwo, menyampaikan kebanggaannya terhadap pencapaian yang diraih di tahun 2025. “Kinerja yang kuat di kuartal keempat dan sepanjang tahun ini dengan GTV inti yang meningkat 49% secara tahunan serta EBITDA yang disesuaikan mencapai Rp 2 triliun, mengalahkan pedoman yang telah kami tetapkan. Dengan momentum ini, kami menetapkan pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk 2026 di kisaran Rp 3,2-3,4 triliun,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

Fokus pada Sektor Fintech dan On-Demand Services

Hans menambahkan bahwa pertumbuhan laba perusahaan diperkirakan akan terus berlanjut di seluruh lini bisnis, dengan fokus khusus pada sektor Financial Technology (Fintech) dan On-Demand Services (ODS). Fintech mencakup layanan GoPay dan berbagai solusi pembayaran digital lainnya, sementara ODS mencakup layanan transportasi, pengiriman makanan, serta berbagai layanan lain yang tersedia melalui aplikasi Gojek. GoTo berencana untuk terus berinvestasi dalam pengembangan produk dan layanan di kedua sektor ini guna memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.

Selain itu, GoTo juga menargetkan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada semester kedua tahun 2026, sejalan dengan upaya perusahaan untuk meningkatkan kemampuannya dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik. Perusahaan menyadari bahwa segmen mass market memiliki potensi pertumbuhan yang besar, dan berkomitmen untuk menyediakan layanan yang terjangkau dan relevan bagi kebutuhan mereka. “Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan yang lebih kuat pada paruh kedua tahun ini seiring peningkatan kemampuan kami dalam melayani segmen mass market dengan lebih baik,” jelas Hans.

Strategi Pertumbuhan GoTo di Tahun 2026

Untuk mencapai target pertumbuhan di tahun 2026, GoTo akan berfokus pada beberapa aspek kunci. Pertama, perusahaan akan terus berinvestasi dalam kapabilitas inti, termasuk teknologi, sumber daya manusia, dan infrastruktur. Investasi ini penting agar GoTo dapat terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan yang ditawarkan kepada pelanggan.

Kedua, fokus akan ditempatkan pada segmen affluent dan mass market. Segmen affluent menawarkan peluang untuk meningkatkan pendapatan per pengguna, sedangkan segmen mass market berpotensi memberikan pertumbuhan volume transaksi yang signifikan. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pelanggan yang berbeda, GoTo akan mengembangkan strategi yang berbeda untuk masing-masing segmen ini.

Pencapaian Kinerja Finansial yang Solid

Direktur Keuangan Grup GoTo, Simon Ho, menjelaskan bahwa perusahaan telah berhasil menciptakan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas yang signifikan di tahun 2025. Menurutnya, kinerja ini menjadi fondasi yang solid untuk pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas di tahun 2026. Simon juga menekankan pentingnya efisiensi operasional dan pengelolaan biaya untuk mencapai target EBITDA yang telah ditetapkan. “Kinerja setahun penuh ini juga menjadi landasan yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan dan profitabilitas seiring fokus kami menjalankan strategi di tahun 2026,” jelasnya.

Target Spesifik untuk Segmen Fintech dan ODS

Secara rinci, GoTo menargetkan EBITDA yang disesuaikan di kisaran Rp 1,4 triliun hingga Rp 1,5 triliun untuk segmen Financial Technology (Fintech) pada tahun 2026. Sedangkan untuk segmen On-Demand Services (ODS), target EBITDA ditetapkan sebesar Rp 1,7 triliun hingga Rp 1,8 triliun. Target-target ini mencerminkan ekspektasi GoTo terhadap pertumbuhan yang kuat di kedua segmen, didorong oleh peningkatan adopsi layanan digital dan peningkatan efisiensi operasional.

Statistik Pertumbuhan GTV yang Menarik

Untuk memberikan gambaran lebih jelas, GTV Inti Grup GOTO mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 57%, mencapai Rp 124 triliun pada kuartal IV tahun 2025. Secara keseluruhan, GTV Inti meningkat 49% sepanjang tahun 2025, mencapai Rp 400 triliun. Total GTV juga menunjukkan kenaikan signifikan menjadi Rp 212 triliun, yang tumbuh 47% hanya dalam kuartal IV. Selama tahun 2025, GTV GOTO meningkat 32% menjadi Rp 686 triliun.

Pendapatan bersih GoTo juga mengalami lonjakan signifikan. Pada kuartal IV tahun 2025, pendapatan bersih naik 19% menjadi Rp 5 triliun. Secara keseluruhan, pendapatan GOTO meningkat 24% menjadi Rp 18,3 triliun sepanjang tahun 2025. Peningkatan pendapatan ini menunjukan bahwa GoTo berhasil meningkatkan monetisasi dari layanan yang diberikan kepada pelanggan.

Jumlah Pengguna yang Terus Bertumbuh

Seiring dengan pertumbuhan GTV dan pendapatan, jumlah Pengguna yang Bertransaksi Tahunan (ATU) Grup juga meningkat secara signifikan. ATU Grup meningkat sebesar 24% secara tahunan, mencapai 66 juta pengguna. Peningkatan ini menunjukkan bahwa GoTo berhasil menarik lebih banyak pelanggan baru dan mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

EBITDA Grup yang disesuaikan mencapai Rp 672 miliar pada kuartal IV, mengalami kenaikan sekitar 106%. Perusahaan juga mencatat arus kas bebas yang disesuaikan sebesar Rp 748 miliar pada kuartal IV, atau sekitar Rp 966 miliar untuk tahun buku 2025. Imbalan jasa e-commerce dari PT Tokopedia mencapai Rp 193 miliar pada kuartal IV, atau total mencapai Rp 820 miliar sepanjang tahun 2025.

Kinerja GoTo di tahun 2025 menunjukkan bahwa perusahaan berada di jalur yang tepat untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan serta profitabilitas. Dengan strategi yang jelas dan fokus pada eksekusi, GoTo optimis dalam mencapai target yang telah ditetapkan untuk tahun 2026 dan terus memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, serta pemegang saham. Keberhasilan GoTo juga berpotensi memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat inovasi digital di Asia Tenggara.

➡️ Baca Juga: DPRD Surabaya Jembatani Komunikasi Antara Pengusaha dan Disnaker soal Pembayaran THR

➡️ Baca Juga: Mengenal Kutu Rambut: Parasit Kecil yang Sering Menyebabkan Kepanikan pada Orang Tua

Related Articles

Back to top button