IHSG Hari Ini Tetap Perkasa, Bursa Asia Berguguran

— Paragraf 1 —
JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan daya tahan pasar domestik dengan ditutup menguat, meski mayoritas bursa saham Asia justru bergerak melemah.
— Paragraf 2 —
Penguatan tersebut mencerminkan masih adanya sentimen positif dari dalam negeri yang mampu menopang pasar di tengah tekanan eksternal dan kehati-hatian investor terhadap perkembangan ekonomi global.
— Paragraf 3 —
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (8/9) sore, ditutup menguat 66,77 poin atau 1,01 persen ke posisi 6.686,44 di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.
— Paragraf 4 —
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 9,16 poin atau 1,40 persen ke posisi 665,58.
— Paragraf 5 —
“IHSG menguat ditopang dari dukungan pasar seiring dengan posisi cadangan devisa Agustus yang terjaga, dimana membukukan sebesar 46,5 miliar dolar AS atau lebih tinggi dari posisi akhir Juli 2026 sebesar 145,3 miliar dolar AS,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias NIco dalam kajiannya di Jakarta.
— Paragraf 6 —
Dari dalam negeri, Nico mengatakan membaiknya sentimen juga didukung setelah pembukaan kembali operasional beberapa bandara yang ditutup selama dua hari akibat erupsi dari Gunung Anak Krakatau.
— Paragraf 7 —
“Aktivitas kembali beberapa bandara tersebut tentunya dapat mengaktifkan kembali roda ekonomi sektor logistik, supplay chain, pemulihan mobilitas dan konektivitas bisnis,” ujar Nico
— Paragraf 8 —
Dari kawasan Asia, Nico menyatakan tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang semakin memanas telah memberikan rasa kekhawatiran bagi pelaku pasar, dan mendorong kenaikan harga minyak berjangka karena kekhawatiran terhadap gangguan yang lebih dalam terhadap aliran energi melalui Hormuz.
— Paragraf 9 —
Di sisi lain, pelaku pasar menunggu rincian kesepakatan antara Iran dengan Oman untuk mengatur pengiriman melalui Selat Hormuz. Sebelumnya Iran mengatakan kesepakatan dengan Oman untuk mengatur pengiriman melalui Selat Hormuz hampir selesai, yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya kendali Teheran atas jalur air utama tersebut.
— Paragraf 10 —
“Pasar semakin memperkirakan konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan, sehingga kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global,” ujar Nico.
— Paragraf 11 —
Dari China, surplus perdagangan China tercatat sebesar 119,1 miliar dolar AS pada Agustus 2026 atau lebih tinggi dari bulan sebelumnya sebesar 112,5 miliar dolar AS, dengan ekspor melonjak 25,0 persen year on year (yoy) menjadi 401,44 miliar dolar AS, sedangkan impor melonjak 28,2 persen (yoy) menjadi 282,36 miliar dolar AS.
— Paragraf 12 —
Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.
— Paragraf 13 —
Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 1,94 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen primer dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 1,56 persen dan 1,17 persen.
— Paragraf 14 —
Sedangkan tiga sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,67 persen, diikuti oleh sektor teknologi dan sektor barang konsumen non primer yang turun sebesar 0,58 persen dan 0,06 persen.
➡️ Baca Juga: OutSystems Raih Puncak G2 Grid Spring 2026 sebagai Pemimpin dalam AI Agent Builders
➡️ Baca Juga: Chelsea Menghadapi Tantangan Besar: Tekanan Internal dan Eksternal Meningkat Saat Ini




