Jakarta Investment Award 2026 Menuju Final, 5 Aspek Kunci Penilaian Ditetapkan

Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) kini memasuki fase akhir dalam evaluasi Jakarta Investment Award (JIA) 2026. Proses ini ditandai dengan diselenggarakannya Focus Group Discussion (FGD) Penilaian Akhir, yang berlangsung di Hotel The Westin Jakarta pada hari Senin, 31 Agustus 2026.
Tujuan Jakarta Investment Award 2026
JIA 2026 tidak hanya berfokus pada pencarian perusahaan dengan nilai investasi tertinggi. Pemprov DKI Jakarta bertujuan untuk memberikan apresiasi kepada para pelaku usaha yang mampu memberikan dampak nyata serta kontribusi signifikan terhadap pembangunan ibu kota.
Keterlibatan Berbagai Pihak dalam Penilaian
Kepala Bidang Penanaman Modal DPMPTSP Provinsi DKI Jakarta, Budya Pryanto Putra, menjelaskan bahwa proses penilaian akhir melibatkan kolaborasi antara unsur pemerintah, komunitas bisnis, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Pendekatan lintas sektor ini bertujuan untuk menilai kontribusi masing-masing calon penerima penghargaan dengan lebih komprehensif sebelum penetapan pemenang JIA 2026.
“Proses penilaian ini melibatkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, BPJS Ketenagakerjaan, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Wilayah DKI Jakarta, serta beberapa perangkat daerah di dalam Pemerintah Provinsi DKI Jakarta,” ujar Budya.
Diskusi Mendalam dalam FGD
Dalam FGD, para Tenaga Ahli Penilaian Nominasi JIA 2026 mempresentasikan sejumlah pelaku usaha yang telah berhasil mencapai tahap penilaian akhir. Presentasi ini kemudian dibahas secara mendalam oleh peserta FGD untuk mendapatkan sudut pandang lintas sektor mengenai kontribusi setiap nominasi terhadap perkembangan Jakarta.
Budya menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih luas dalam menilai kualitas investasi. Para pelaku usaha tidak hanya dinilai berdasarkan besaran modal yang ditanamkan, tetapi juga dari manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat, ekonomi, serta kemajuan kota Jakarta.
Apresiasi terhadap Kontribusi Nyata
“JIA bukan semata-mata mencari siapa yang memiliki investasi terbesar. Kami ingin memberikan penghargaan kepada pelaku usaha yang mampu menunjukkan kontribusi nyata bagi Jakarta, baik dalam hal penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi, inovasi, maupun kontribusi terhadap pengembangan kota,” jelasnya.
Pendekatan ini menjadikan aspek dampak sebagai salah satu fokus utama dalam proses penilaian. Pemprov DKI Jakarta berharap penghargaan ini dapat diberikan kepada perusahaan yang mampu menunjukkan kualitas investasi sekaligus memberikan nilai tambah bagi kemajuan Jakarta.
Aspek Penilaian Jakarta Investment Award 2026
Penilaian lintas sektor dalam JIA 2026 mencakup lima aspek utama, yaitu:
- Investasi yang dilakukan
- Penciptaan lapangan kerja
- Pertumbuhan ekonomi
- Inovasi
- Keberlanjutan usaha
Kelima aspek ini digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana kegiatan usaha dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi Jakarta.
Mendorong Orientasi yang Lebih Luas
Dengan pendekatan tersebut, penyelenggara berupaya untuk mendorong dunia usaha agar tidak hanya terfokus pada besaran investasi. Investasi yang masuk diharapkan mampu menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan aktivitas ekonomi, menghadirkan inovasi baru, serta berjalan secara berkelanjutan.
Budya menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur dalam proses penilaian adalah bagian penting untuk menjaga objektivitas penghargaan. Masukan dari pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga terkait menjadi krusial agar penilaian terhadap calon penerima JIA tidak hanya melihat satu sisi, tetapi mencerminkan kontribusi pelaku usaha secara menyeluruh.
Proses Penilaian yang Komprehensif
“Kami ingin memastikan bahwa proses penilaian dilakukan secara komprehensif dan dapat dipertanggungjawabkan. Masukan dari pemerintah, komunitas bisnis, dan lembaga terkait sangat penting untuk mengevaluasi kontribusi pelaku usaha secara lebih menyeluruh, bukan hanya dari sisi nilai investasi, tetapi juga dari dampaknya terhadap masyarakat dan ekonomi Jakarta,” tambah Budya.
Jakarta Investment Award sebagai Bentuk Apresiasi
Jakarta Investment Award merupakan bentuk apresiasi dari Pemprov DKI Jakarta kepada pelaku usaha yang ikut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem investasi yang kondusif, inovatif, dan berkelanjutan. Penghargaan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat kepercayaan investor dan meningkatkan daya saing Jakarta sebagai kota global.
Melalui JIA 2026, Pemprov DKI Jakarta ingin menegaskan bahwa investasi berkualitas tidak hanya dinilai dari besarnya nilai modal, tetapi juga dari kontribusi terhadap masyarakat, pertumbuhan ekonomi, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan keberlanjutan. Semua elemen ini penting dalam membangun ekosistem investasi yang mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi Jakarta.
➡️ Baca Juga: Cukai Emisi Kendaraan Memengaruhi Kelas Menengah Bawah di Indonesia
➡️ Baca Juga: Informasi Valid Waktu Buka Puasa di Bekasi pada Hari Minggu, 8 Maret 2026




