Joint Venture adalah Strategi Usaha Paling Mutakhir

Posted on

Joint Venture adalah  – Pada pembelajaran ekonomi perusahaan, atau ekonom manajemen umum akan dipelajari sebuah skema kerjasama bisnis yang dinamakan joint venture. Apa itu joint venture? Joint venture adalah sebuah kerjasama bisnis yang diambil dari bahasa inggris joint=bergabung, penggabungan, kerjasama. Sementara venture= berasal dari ventura yang berarti kata modal atau kepentingan.

Jadi pengertian joint venture secara umum adalah kerjasama penggabungan modal atau bisnis untuk sebuah kepentingan tertentu. Sementara pengertian joint venture secara spesifik adalah kerjasama dua buah perusahaan (dengan modal masing-masing) untuk mencari keuntungan tertentu dan tujuan bisnis tertentu.

Joint venture sendiri ternyata berbeda dengan kemitraan atau kerjasama yang sering kita temui dalam bentuk bentuk perusahaan dagang seperti usaha dagang, commanditer venonstchap, perseroan terbatas dan sebuah firma. Jika bentuk bentuk kerjasama ini mengacu pada bentuk dan sistem sebuah perusahaan, maka joint venture lebih dari sekedar itu.

Sederhananya, joint venture adalah kerjasama dua buah perusahaan (entitas bisnis) dan bukan kerjasama para individu, sampai sini bisa dipahami ya? Itulah mengapa joint venture disebut dengan kerjasama bisnis yang melebihi dari bentuk bentuk perusahaan dagang. Karena jika perusahaan dagang dibentuk oleh sekelompok individu, maka joint venture dibentuk oleh sekelompok perusahaan (entitas bisnis).

Sebelum memasuki penjelasan yang lebih panjang mengenai pengertian joint venture. Akan lebih baiknya kita menelaah terlebih dahulu bentuk bentuk perusahaan dagang. Jika perusahaan seperti firma, cv dan perseoran terbatas merupakan bentuk penggabungan modal yang dilakukan oleh para individu. Para individu berkumpul dan menggabungkan modal maka bisa membentuk firma hukum, cv sebuah usaha kayu atau usaha dagang toko bangunan.

Sementara dalam taraf modal yang lebih besar, para individu ini berkumpul mengumpulkan modal untuk membentuk sebuah perseroan terbatas (pt) yang mempunyai modal disetor di atas ratusan juta. Sampai pada penjelasan ini bisa dipahami bahwa bentuk bentuk perusahaan usaha dibentuk oleh para individu.

Baca Juga:  Lima Cara Menulis Footnote untuk Karya Ilmiah

Nah, kemudian joint venture adalah kerjasama antara perusahaan tersebut, dalam istilah bisnis dikenal sebagai konsorsium usaha/konsorsium bisnis. Pembentukan konsorsium melalui skema joint venture ini harus memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan untuk melakukan joint venture.

Apa saja syarat syarat joint venture yang harus dipenuhi dalam membentuk konsorsium bisnis? Pertama, syarat joint venture harus dibentuk oleh perusahaan atau entitas bisnis, yang dimaksud entitas bisnis bisa saja perseroan terbatas, cv, firma atau usaha dagang. Dinamakan joint venture karena kerjasama multi perusahaan dan bukan multi individu.

Kedua, joint venture harus mempunyai tujuan bisnis dan strategi kepentingan yang jelas dan terukur. Beberapa perusahaan membentuk joint venture untuk menentukan target bisnis yang akan mereka capai. Biasanya joint venture diambil dua buah atau lebih perusahaan untuk saling memback-up satu sama lain dalam mengerjakan proyek karena masing masing perusahaan memiliki keunggulan masing-masing.

Contoh joint venture yang terkait dengan studi diatas bisa terjadi karena tujuan kepentingan murni bisnis, murni strategi untuk mengakomodasi kepentingan karena aturan hukum. Misalnya begini dalam sebuah skema aturan hukum di Indonesia sebuah aturan perusahaan penanaman modal asing mensyaratkan bahwa jika ada perusahaan yang akan membeli saham sebuah bank, maka perusahaan tersebut harus dikuasai sahamnya mayoritas orang Indonesia.

Lalu, bagaimana jika ada perusahaan Singapura ingin membeli sebuah bank di Indonesia? Solusinya adalah membentuk perusahaan joint venture untuk membeli bank tersebut. Misalnya perusahaan singapura membentuk PT. Lintas Singapura dengan perusahaan Indonesia dengan sahamnya mayoritas perusahaan Indonesia. PT. Lintas Singapura inilah perusahaan joint venture untuk membeli saham bank di IndonesIa.

Kemudian strategi kedua yang murni bisnis bisa digunakan joint venture untuk berbagai beban, merancang strategi keuntungan yang sama-sama dan saling memback-up. Hal ini terjadi pada beberapa perusahaan tambang, misalnya seperti Pertamina dan PetroChina membangun perusahaan joint venture untuk menggarap ladang gas di Kalimantan. Joint venture ini berdasar alasan: pertama, PetroChina mempunya modal besar untuk penambangan gas, sementara hanya Pertamina yang mempunyai hak dari pemerintah untuk mendistribusikan gas di dalam negeri.

Baca Juga:  Lima Langkah Cara Membuat Email

Jadi agar gas yang ditambang dari Kalimantan ini bisa diserap ke dalam pasar dalam negeri, maka diadakan Joint venture antara Pertamina dan PetroChina. Sampai disini bisa dipahami bahwa joint venture merupakan kerjasama untuk kepentingan bisnis dalam jangka panjang.

Syarat ketiga, pembentukan joint venture bisa dalam jangka panjang dan juga bisa dalam jangka pendek. Pembentukan jangka pendek biasanya perusahaan-perusahaan bergabung ke dalam konsorsium untuk memenangkan sebuah proyek tender dari pemerintah. Contoh joint venture ini, misalnya jika ada tender proyek dari pemerintah untuk impor jagung dari Thailand, maka beberapa perusahaan yang mempunyai lini bisnis mirip atau saling mendukung (misal perusahaan transportasi, perusahaan distributor, perusahaan kapal) membentuk joint venture konsorsium untuk mengikuti tender yang ditawarkan oleh pemerintah.

Sementara contoh joint venture yang berumur panjang, biasanya berbentuk konsorsium untuk pengerjaan proyek jangka panjang atau untuk strategi bisnis yang lebih panjang. Misalnya joint venture untuk mengerjakan jalan tol sepanjang semarang ke surabaya. Maka beberapa perusahaan konstruksi dan sub-kontraktor membentuk konsorsium semarang surabaya, dimana setiap perusahaan mengerjakan ruas jalan masing masing yang telah dibagi ke dalam rencana bisnis.

Pada konsorsium jangka pendek juga bisa dilakukan untuk menyelesaikan masalah yang butuh bantuan bebera perusahaan besar untuk melakukan ekspansi bisnis. Contoh joint venture paling baru baru ini adalah konsorsium untuk membeli saham PT. Freeport Indonesia. Karena jumlah saham yang ditawarkan terlalu besar, maka PT. Inalum yang ditunjuk pemerintah kemudian membentuk joint venture dengan konsorsium beberapa bank nasional untuk membeli saham tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *