Kekeringan di Parigi, BPBD Salurkan 20 Ribu Liter Air Bersih untuk Masyarakat

Kekeringan yang melanda Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menjadi perhatian serius bagi masyarakat setempat. Fenomena El Niño yang terjadi saat ini telah menyebabkan pasokan air bersih menjadi sangat terbatas. Sebagai respons terhadap situasi ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Parigi Moutong mengambil langkah cepat dengan mendistribusikan 20 ribu liter air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Kondisi Kekeringan di Parigi
Kekeringan parigi telah berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat di dua desa, yaitu Kecamatan Bolano dan Mepanga. Menurut Plt Kepala BPBD Parigi Moutong, Moh Rivai, kedua desa ini sangat membutuhkan suplai air bersih akibat dampak dari fenomena alam tersebut. “Kondisi ini memaksa kami untuk segera bertindak untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat,” ungkapnya saat dihubungi dari Palu.
Distribusi Air Bersih
Distribusi air bersih dilakukan melalui posko satuan tugas (satgas) yang telah dibentuk untuk siaga darurat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan di wilayah Bolano dan Mepanga. Tim satgas berupaya untuk menjangkau daerah yang paling terdampak dengan cepat dan efisien.
Di desa Mepanga, tim satgas berhasil menyalurkan 12 ribu liter air bersih ke beberapa dusun, yaitu Dusun 1, Dusun 6, Dusun 7, dan Dusun 9 di Desa Kayu Agung. Di samping itu, sekitar 12 hektare lahan kebun di wilayah tersebut juga mengalami dampak serius akibat kekeringan.
Sementara itu, posko siaga di Bolano mendistribusikan 18 ribu liter air bersih ke Desa Tirta Nagaya, yang mencakup area lahan kebun seluas sekitar 44,8 hektare yang juga terpengaruh oleh kekeringan.
Pentingnya Air Bersih
Air bersih adalah kebutuhan mendasar bagi setiap individu. Dalam situasi darurat seperti ini, BPBD berkomitmen untuk membantu masyarakat dengan menyediakan pasokan air bersih menggunakan mobil tanki. “Kami menyadari bahwa ketersediaan air bersih sangat penting, terutama di tengah kondisi kekeringan yang melanda,” tambah Moh Rivai.
Antisipasi Karhutla dan Penyimpanan Air
Kekeringan di Parigi Moutong masih berlangsung hingga saat ini, dan pemerintah setempat juga berupaya mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan. Mengingat wilayah ini memiliki potensi tinggi untuk terjadinya kebakaran, langkah-langkah preventif sangat diperlukan. “Kami tidak hanya fokus pada penyaluran air, tetapi juga mempersiapkan tandon untuk menampung air bersih di area yang terdampak,” jelasnya.
Data Kekeringan dan Kebakaran Hutan
Berdasarkan data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Parigi Moutong, hingga tanggal 22 September 2026, tercatat sekitar 4.691 hektare lahan mengalami kekeringan yang parah. Selain itu, seluas 234,96 hektare hutan dan lahan juga terancam kebakaran, dengan jumlah warga yang terdampak mencapai 1.687 kepala keluarga (KK).
Data ini menjadi acuan penting bagi BPBD dalam merencanakan intervensi bantuan bencana yang lebih tepat sasaran, terutama untuk membantu warga yang mengalami kesulitan akibat kekeringan parigi.
Pembaruan Data dan Tindakan Lanjutan
BPBD terus melakukan pembaruan data secara berkala mengenai kondisi karhutla dan kekeringan. Hal ini bertujuan untuk mempermudah dalam memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat yang terdampak. “Kami berkomitmen untuk selalu memperbaharui informasi agar intervensi yang dilakukan dapat lebih efektif dan tepat waktu,” tutup Moh Rivai.
Dengan adanya langkah-langkah proaktif seperti distribusi air bersih dan persiapan infrastruktur untuk penyimpanan air, diharapkan masyarakat di Parigi Moutong dapat menghadapi tantangan kekeringan ini dengan lebih baik. Kerjasama antara pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam mengatasi masalah ini. Kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya air dan memanfaatkan dengan bijak akan menjadi kunci untuk mengurangi dampak kekeringan di masa depan.
Peran Masyarakat dalam Menghadapi Kekeringan
Keterlibatan masyarakat dalam menghadapi masalah kekeringan juga menjadi aspek penting. Masyarakat diharapkan untuk berperan aktif dalam menjaga dan melestarikan sumber daya air di lingkungan mereka. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:
- Menjaga kebersihan sumber air.
- Melakukan penghematan penggunaan air.
- Mengembangkan sistem irigasi yang efisien.
- Menghentikan praktik pembakaran lahan yang merusak.
- Berpartisipasi dalam program penanaman pohon untuk menjaga keseimbangan ekosistem.
Dengan melibatkan masyarakat dalam upaya penanganan kekeringan, diharapkan kesadaran akan pentingnya menjaga sumber daya air akan semakin meningkat. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat juga dapat menciptakan solusi yang lebih berkelanjutan untuk menghadapi tantangan kekeringan di masa yang akan datang.
Pendidikan dan Penyuluhan tentang Kekeringan
Pendidikan dan penyuluhan tentang dampak kekeringan sangat penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat. BPBD dan instansi terkait perlu melakukan sosialisasi mengenai cara-cara mengatasi kekeringan dan pentingnya pengelolaan air yang baik. Program-program pelatihan dan workshop dapat diadakan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat.
Melalui pendidikan yang tepat, diharapkan masyarakat dapat lebih siap dalam menghadapi situasi darurat seperti kekeringan. Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sumber daya air yang baik akan membantu mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan oleh kekeringan. Selain itu, masyarakat juga akan lebih paham akan langkah-langkah yang bisa diambil untuk berkontribusi dalam penanganan masalah tersebut.
Kesimpulan
Kekeringan parigi menjadi isu yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Dengan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait, diharapkan dapat ditemukan solusi yang efektif untuk mengatasi masalah ini. Penyaluran air bersih yang dilakukan oleh BPBD merupakan langkah awal yang positif, namun upaya berkelanjutan dalam menjaga sumber daya air dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan menjadi kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan kekeringan di masa depan.
➡️ Baca Juga: Fakta Menarik tentang Mark Lee, Anggota NCT yang Memiliki Beragam Talenta
➡️ Baca Juga: Profil dan Biodata Inde Navarrette sebagai Pemeran Rogue dalam X-Men Versi MCU




