Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen untuk mempercepat digitalisasi logistik dan integrasi sistem transportasi multimoda sebagai upaya untuk menekan biaya logistik nasional yang saat ini masih berada di angka 14,29% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Dengan tantangan ini, Kemenhub berupaya mencari solusi yang efektif untuk meningkatkan daya saing sektor logistik di Indonesia.
Strategi untuk Menangani Biaya Logistik yang Tinggi
Dalam peluncuran Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 yang berlangsung di Westin Jakarta, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda, Risal Wasal, menekankan pentingnya integrasi berbagai moda transportasi. Menurutnya, biaya logistik yang masih tinggi menjadi tantangan utama bagi daya saing nasional. Oleh karena itu, strategi integrasi transportasi multimoda harus menjadi fokus utama dalam sistem distribusi barang.
Peran Sektor Transportasi dalam Perekonomian
Risal menjelaskan bahwa sektor transportasi dan pergudangan memainkan peran yang sangat penting dalam perekonomian, dengan kontribusi sekitar 6,16% terhadap PDB. Selain itu, sektor ini mengalami pertumbuhan yang pesat, mencapai 8,98% pada triwulan IV 2025, yang merupakan angka tertinggi dibandingkan sektor lainnya. Namun, tantangan tetap ada, termasuk rendahnya tingkat integrasi, ketergantungan pada moda darat, serta masalah distribusi barang dan kemacetan di kawasan perkotaan.
Solusi Melalui Penguatan Angkutan Multimoda
Risal mengungkapkan bahwa salah satu solusi untuk mengatasi masalah biaya logistik adalah melalui penguatan angkutan multimoda, yang berfungsi sebagai tulang punggung rantai pasokan nasional. “Dengan sistem angkutan multimoda, kita dapat mengintegrasikan berbagai moda transportasi dalam satu layanan, sehingga meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam pengiriman barang,” jelasnya.
Dampak Positif Penerapan Multimoda
Penerapan multimoda terbukti memberikan dampak yang signifikan terhadap efisiensi logistik. “Melalui pendekatan multimoda, kita dapat mengurangi biaya logistik hingga sekitar 25% dan meningkatkan efisiensi waktu pengiriman hingga 30%. Angka tersebut sangat krusial untuk meningkatkan daya saing kita,” tegas Risal.
Transformasi Digital untuk Meningkatkan Efisiensi
Pemerintah juga berkomitmen untuk mendorong transformasi digital melalui implementasi National Logistic Ecosystem (NLE), yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses logistik hingga 24,6–49,5%. Selain itu, konektivitas juga diperkuat melalui program Tol Laut yang memiliki 41 trayek, pengembangan angkutan kargo udara perintis, serta integrasi jaringan logistik berbasis kereta api dan pelabuhan.
Inovasi Layanan Logistik On Call
Dalam acara tersebut, Risal juga menyoroti inovasi layanan logistik yang berbasis kebutuhan atau on call logistics. Layanan ini dirancang untuk menjawab kesenjangan dalam distribusi, khususnya di daerah terpencil dan kepulauan.
- Pengiriman sesuai kebutuhan lokasi dan waktu
- Peningkatan aksesibilitas di wilayah terpencil
- Fleksibilitas layanan transportasi
- Respons cepat terhadap permintaan distribusi
- Optimalisasi penggunaan sumber daya
Langkah Terintegrasi untuk Transformasi Logistik Nasional
Risal menegaskan bahwa transformasi logistik nasional memerlukan langkah-langkah besar yang terintegrasi. “Indonesia tidak bisa lagi mengandalkan perbaikan bertahap. Kita memerlukan lompatan strategis melalui integrasi multimoda, digitalisasi menyeluruh, dan tata kelola data nasional agar biaya logistik dapat ditekan ke tingkat yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Kolaborasi Antara Pemerintah dan Sektor Swasta
Keberhasilan penguatan rantai pasokan nasional sangat bergantung pada kolaborasi yang efektif antara pemerintah, pelaku usaha, dan asosiasi terkait. “Melalui kegiatan ini, kami berupaya mendorong inovasi dan kolaborasi agar sistem logistik nasional menjadi lebih efisien, andal, dan mampu bersaing di pasar global,” tutup Risal.
Peran Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026
Event Supply Chain Indonesia Exhibition & Conference 2026 diharapkan dapat menjadi katalis untuk memperkuat integrasi transportasi multimoda dan mempercepat transformasi logistik nasional. Kegiatan ini sangat penting di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi dan dinamika perdagangan global yang terus berkembang.
➡️ Baca Juga: Panduan Praktis Cek Iuran BPJS Kesehatan 2026 dan Metode Pembayarannya
➡️ Baca Juga: BOA Selenggarakan Sunmori dan Halal Bihalal untuk Memperkuat Kebersamaan di Idul Fitri
