Kepala Pemerintahan Jerman Presiden atau Kanselir? Kenali Lebih Dekat Sejarah Negara Jerman

Posted on

Kepala Pemerintahan Jerman  – Profil jerman sebagai salah satu negara besar di eropa barat sejatinya telah banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia. Entah melalui sejarah negara jerman yang banyak dipelajari dalam buku buku sejarah perang eropa dan perang dunia, atau banyak juga para ekonom yang mengangumi profil jerman sebagai negara industri besar yang stabil dan sejahtera. Selain itu, negara jerman juga banyak dikenal orang karena profil jerman dalam liga sepakbola baik di tingkat dunia maupun di tingkat eropa dan bahkan sepakbola lokal jerman dikenal di Indonesia.

Citra yang demikian besar ini tidak bisa dilepaskan dari pengaruh jerman dalam sejarah dunia kontemporer, serta pengaruh industrialisasi dan sumber daya jerman yang terus menerus dipupuk, ini menyebabkan sejarah negara jerman sangat dikenal di berbagai belahan dunia, baik dalam konteks sejarah negara jerman yang baik ataupun sejarah negara jerman yang buruk.

Sejarah negara jerman dikenal dengan profil jerman yang buruk saat perang dunia pertama dan awal perang dunia kedua. Jerman termasuk ke dalam negara-negara blok sosialis komunis dna juga fasis dengan tokoh utamnya Nazi Hitler. Partai Nazi yang memenangkan pemilu di Jerman kemudian mengobarkan revolusi untuk merebut daratan-daratan eropa dan menjadikannya kekuasaan di bawah kekasaiaran jerman.

Nafsu Hitler ini kemudian ditumpahkan dengan menyerang negara negara tetangganya seperti Polandia, Austria, Perancis dan juga bahkan sampai ke ujung timur seperti Uni Soviet dan ke ujung utara semenanjung Skandinavia yaitu Finlandia. Pukulan serangan jerman yang mematikan ini membuat negara negara eropa lainnya melakukan perlawanan. Apalagi sejarah negara jerman pada periode ini sangat gelap sekali, nazi hitler membantai ras yahudi dan mendirikan kamp penyiksaan yang kemudian menjadi noda hitam bagi profil jerman di dalam sejarah eropa.

Akan tetapi tidak semua profil jerman dalam sejarah negara eropa dan dunia hitam, jerman juga dicatat sebagai negara korban dalam pertempuran perang dingin antara amerika serikat melawan uni soviet. Penyebab utamanya adalah perlombaan senjata antara kedua kubu ini yang membuat eropa barat terpecah-pecah. Jerman kemudian mengalami perpecahan menjadi dua yaitu jerman barat dengan dukungan amerika dan berpaham liberal, sementara jerman timur yang berblok sosialis komunis mendapat dukungan dari uni soviet.

Baca Juga:  Dasar-Dasar Kata Kerja Bahasa Jerman Bentuk Present Tense

Persaingan ini semakin sengit tatkala jerman timur kemudian menggabungkan diri dalam pakta warsawa (organisasi militer pertahanan negara negara sosialis-komunis) dengan anggota uni soviet, polandia dan jerman timur itu sendiri. Sementara untuk menghadapi ancamana militer ini, kemudian amerika dan sekutunya mendirikan NATO (North Atlantic Treaty Organization) atau lebih dikenal sebagai organisasi pertahanan militer negara negara atlantik utara.

Persaingan antara dua kubu ini semakin memanas sehingga membuat suasana eropa kala itu sangat tidak sehat, sampai pada akhirnya uni soviet mengalami revolusi glasnot dan perestroika yang dilakukan oleh perdana menteri Nikita Kruschev sehingga membuat negara negara federasi uni soviet runtuh dan hanya menyisakan negara Rusia saja. Perubahan ini tentunya mengubah sejarah negara jerman, jerman timur yang kehilangan pendukung utamanya kemudian berusaha berdamai dengan jerman barat.

Perdamaian antara jerman timur dengan jerman barat ini kemudian dinamakan reunifikasi dalam sejarah negara jerman ditandai dengan pembongkaran tembok besar Berlin yang membagi negara jerman menjadi jeman barat dan jerman timur. Usaha reunifikasi ini juga dilatarbelakangi bahwa negara jerman timur tidak begitu sejahtera dibandingkan dengan rekannya di jerman barat. Kebanyakan penduduk jerman timur lebih miskin, lebih sengsara dan bahkan mengalami kondisi tekanan politik yang sangat otoritatif. Hal ini berbeda dengan jerman barat dimana menganut asas liberalism sehingga industri-industri cukup maju dibandingkan dengan di jerman timur.

Walaupun demikian, adanya perang dingin dan reunifikasi jerman ini tetap belum membuat jerman bangkit dari keterpurukan ekonomi dan industri. Amerika kemudian menggelontorkan dana bantuan untuk membangkitkan ekonomi jerman melalui program Marshall Plan, dana bantuan ratusan miliar kemudian digelontorkan ke negara negara eropa untuk membantu pemulihan kondisi ekonomi.

Baca Juga:  Tips Belajar Bahasa Jerman Sehari-hari Tanpa Kursus

Sejarah negara jerman kemudian menatap ke lebih baik setelahnya karena jerman kemudian mampu menyusun industri-industri strategis, memperbaiki sector pendidikan dan termasuk menata sistem demokrasi politik. Sistem demokrasi politik ini dapat dikatakan menjadi semacam resep kenapa politik jerman tidak terlalu gaduh. Jerman menerapkan sistem presidensial campuran parlemen yang menggabungkan dua sistem demokrasi tertua di dunia itu.

Jerman sebagai negara gabungan sistem liberal dan sosialis juga menggabungkan dua sistem ini ke dalam pengambilan-pengambilan kebijakan politik di tingkat nasional maupun lokal. Misalnya adalah kebebasan berpendapat di jerman di jamin (liberal), sistem politik terbuka (liberal), tetapi disisi lain juga mengadopsi sistem sosialis seperti adanya asuransi jaminan kesehatan (sosialis), subsidi dana pendidikan murah (sosialis) sehingga membuat pendidikan di jerman dapat diakses gratis oleh siapapun.

Gabungan kedua sistem inilah yang membuat jerman sangat stabil dalam bidang ekonomi, politik dan bahkan hukum. Misalnya begini beberapa contoh yang dapat kita ambil dari sejarah negara jerman di bidang tata kelola politik. Kepala pemerintahan jerman dipegang oleh seorang perdana menteri (dalam istilah jerman disebut dengan kanselir). Kanselir adalah perdana menteri di tingkat negara nasional (federal), karena nantinya juga ada perdana menteri di tingkat lokal (negara bagian), karena jerman sendiri merupakan negara federal dengan berbagai negara negara daerah (bagian).

Seorang kepala pemerintahan jerman yang disebut kanselir (nasional) dipilih oleh parlemen yang disebut dengan bundestag. Nah, parlemen (bundestag) ini dipilih dengan sistem pemilu dan jerman memiliki banyak partai-partai yang ikut pemilu, dari partai dengan sistem ideologi tertentu seperti liberal, sosialis hingga partai partai berasaskan lingkungan seperti partai hijau dll. Sistem ini dalam artian sesungguhnya menopang demokrasi jerman agar lebih liberal.

Baca Juga:  Kursus Bahasa Jerman di Serpong Berpengalaman

Akan tetapi pada sisi lain, misalnya adalah jika kepala pemerintahan nasional dipegang oleh kanselir, maka kepala negara jerman dipegang oleh seorang presiden. Loh, terus apa bedanya? Kepala pemerintahan adalah pemimpin eksekutif yang dipilih parlemen dan memegang kendali jalannya operasional negara baik dengan mengangkat menteri, melakukan kebijakan hingga menyelenggarakan pemilu.

Sementara kepala negara jerman adalah pemimpin simbolik sama seperti raja dan ratu (misalnya ratu inggris) yang bertugas dalam acara-acara seremonial simbolik seperti menerima tamu negara dan amandemen-amandemen konstitusi penting. Seorang kepala negara jerman dipilih bukan melalui pemilu, tetapi dipilih oleh wakil-wakil negara bagian yang berkumpul di Berlin, lalu mengangkat seseorang untuk menjadi presiden jerman. Nah, cukup mirip sosialis kan ya.

Inilah yang membuat profil jerman di dunia internasional saat ini menjadi lebih moncer karena rakyat jerman sendiri mendapat sistem tatanan politik yang stabil dan tidak terlalu gaduh. Sistem ini efektif karena hingga saat ini, seorang kanselir kepala pemerintahan jerman mampu mengambil peran penting dalam struktur uni eropa (misalnya membahas keluarnya inggris dari uni eropa) hingga membahas aliran pengungsi atau imigran dari timur tengah. Itu artinya jika posisi kanselir jerman sangat penting di dalam uni eropa berarti sudah sempurna di dalam sistem politik negara jerman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *