slot depo 10k slot depo 10k
Daerah

Khofifah Dorong Pembentukan Generasi Unggul Indonesia Melalui Program Jatim Cerdas

Dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang berlangsung di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menunjukkan rasa bangga dan apresiasi atas inovasi yang ditampilkan. Acara tersebut menampilkan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) yang terdiri dari siswa-siswi SD, SMP, dan SMA, serta penampilan mengesankan dari murid Sekolah Rakyat (SR) yang mampu berpidato dalam lima bahasa, pada Senin, 4 Mei.

Komitmen Jatim Cerdas untuk Generasi Unggul

Di momen penting ini, Gubernur Khofifah menekankan komitmen Jawa Timur untuk menjadikan Jatim Cerdas sebagai barometer pendidikan di tingkat nasional dan pusat pengembangan generasi-talenta unggul yang akan membawa Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan generasi Indonesia yang memiliki daya saing global melalui semangat Jatim Cerdas dan Pendidikan Berdampak.

Pendidikan yang Berorientasi pada Karakter

“Mari kita perkuat kolaborasi untuk mengembalikan esensi pendidikan. Kita memerlukan pendidikan yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga merawat kemanusiaan. Pendidikan yang tidak sekadar mengasah kecerdasan, tetapi juga membentuk karakter dan integritas,” ujar Khofifah.

Dia menegaskan bahwa dari ruang kelas, akan lahir generasi yang akan menentukan masa depan. “Saya yakin, kita semua meyakini bahwa Jawa Timur mampu melahirkan pemimpin-pemimpin masa depan Indonesia yang tangguh dan berdaya saing global,” tambahnya.

Ekosistem Pendidikan yang Saling Menguatkan

Khofifah menekankan pentingnya peran pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang saling mendukung. “Semangat partisipasi semesta yang kita gaungkan bukan hanya sekadar slogan, tetapi menjadi arah kebijakan nasional,” ucapnya.

Tema Hardiknas tahun ini, ‘Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua’, menegaskan bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh semua pihak.

Pendidikan sebagai Landasan Pembangunan Nasional

Dalam kerangka pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo, pendidikan ditempatkan sebagai fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing.

“Artinya, pendidikan adalah kunci strategis bagi kemajuan bangsa. Ini bukan hanya mengenai akses, tetapi juga kualitas, relevansi, dan dampaknya terhadap kehidupan,” tegasnya.

Menggeser Paradigma Pendidikan

Gubernur Khofifah menilai bahwa saat ini dunia pendidikan berada dalam proses pergeseran paradigma, dari sekadar mengejar capaian akademik menuju pendidikan yang mendengarkan, memahami, dan merawat potensi serta kondisi emosional peserta didik. Pendidikan harus menjadi ruang yang aman secara psikologis dan bukan hanya kompetitif dalam ranah akademis.

Arah besar pendidikan nasional ini memerlukan penguatan di tingkat daerah agar dampaknya dapat dirasakan secara nyata. Karena di daerah-lah pendidikan dilaksanakan, dirasakan, dan diuji kualitasnya. Jawa Timur berperan strategis dengan tema ‘Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, Mewujudkan SDM Unggul dan Berdaya Saing.’

Sinergi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas

Khofifah menambahkan bahwa sinergi antara tema nasional dan “Jatim Cerdas” akan menjadi kekuatan besar dalam menghadirkan pendidikan yang benar-benar berdampak. Ia optimis bahwa Jawa Timur akan terus meneguhkan perannya sebagai barometer pendidikan nasional dan pusat lahirnya generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

  • Pendidikan sebagai hak yang harus dijangkau oleh semua anak.
  • Perluasan akses pendidikan untuk anak-anak berisiko putus sekolah.
  • Penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang berkualitas.
  • Lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman.
  • Pendidikan yang mengedepankan integritas dan karakter.

Komitmen untuk Anak-Anak Berisiko Putus Sekolah

Khofifah menegaskan pentingnya menjangkau anak-anak yang berisiko putus sekolah di mana pun mereka berada, dan memastikan mereka mendapatkan kembali hak pendidikan secara utuh.

Langkah-langkah ini tidak hanya diwujudkan melalui perluasan akses, tetapi juga dengan memastikan bahwa sarana prasarana pendidikan dan kualitas fasilitas pembelajaran tersedia secara merata. Pemerintah Provinsi Jawa Timur berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, bersih, indah, dan nyaman bagi semua siswa.

Dengan upaya tersebut, Jawa Timur bertekad untuk tidak hanya meningkatkan angka partisipasi pendidikan, tetapi juga kualitas pendidikan yang diterima oleh peserta didik, sehingga dapat melahirkan generasi unggul Indonesia yang siap bersaing di kancah global.

➡️ Baca Juga: PSEL Galuga Capai Tahap Finalisasi Setelah Lelang dan MoU Selesai Dilaksanakan

➡️ Baca Juga: Pentingnya Tanda Tangan Elektronik di Coretax Menjelang Batas Akhir Lapor Pajak

Related Articles

Back to top button