Kondisi Terkini DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit Setelah Terjebak di Eropa

Jakarta – Tiga band metal asal Indonesia, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit, saat ini tengah menghadapi tantangan signifikan dalam rangkaian tur mereka di Eropa yang bertajuk Cataclysmic Summer Tour 2026. Sejumlah konser yang seharusnya berlangsung di Cork, Irlandia, dan London, Inggris, terpaksa dibatalkan akibat promotor mereka, Diablo Productions, yang diduga menghilang dan melanggar sejumlah komitmen yang telah disepakati. Permasalahan ini mencakup berbagai aspek penting selama tur, seperti penyediaan venue, transportasi, serta akomodasi untuk para musisi dan tim. Situasi ini bahkan membawa ketiga band tersebut ke dalam kondisi yang sulit di Dublin, Irlandia, di mana mereka dilaporkan tidak mendapatkan akomodasi yang layak dan terpaksa menghadapi cuaca dingin tanpa kejelasan mengenai kelanjutan tur mereka.
Di tengah kesulitan ini, bantuan datang dari diaspora Indonesia yang tinggal di Irlandia. Salah seorang di antaranya, Ailtje, dengan sigap mengundang para musisi dan kru untuk tinggal sementara di rumahnya. Ia membagikan cerita mengenai situasi ini melalui akun Threads pribadinya, @binibule. Dalam unggahannya, Ailtje menyebutkan bahwa terdapat 16 orang dari Indonesia, termasuk para musisi, yang terdampar di Dublin tanpa tempat tinggal. “Kemarin, ada 16 orang Indonesia, musisi yang, for lack of a better word, terdampar di Dublin. Tanpa akomodasi dan kedinginan di Grafton Street,” tulisnya.
Bantuan dari Diaspora Indonesia
Ailtje menjelaskan bahwa upaya bantuan tersebut berawal dari adiknya yang mengetahui kondisi menyedihkan para musisi tersebut. Ia pun kemudian berkolaborasi dengan diaspora Indonesia lainnya untuk menyediakan tempat tinggal dan kebutuhan sehari-hari bagi mereka. “Adik saya, seorang pencinta musik metal, menghubungi saya agar bisa membantu. Bersama satu orang diaspora lainnya, saya mengajak 16 orang itu untuk tinggal di rumah saya,” ungkap Ailtje. “Siang itu, makanan untuk mereka juga disiapkan oleh seorang diaspora. Malamnya, ada seorang diaspora yang mengirimkan bahan makanan, buah, minuman, camilan, serta perlengkapan mandi seperti sampo dan pasta gigi,” tambahnya.
Kondisi Terkini DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit
Pada Selasa malam, 18 Agustus 2026, Medcom.id berkesempatan untuk menghubungi Stevi Item, gitaris DeadSquad, serta Yuli, bassist Jasad, guna mendapatkan informasi terbaru mengenai situasi mereka. Yuli mengonfirmasi bahwa saat ini mereka masih berada di tempat tinggal Ailtje, yang merupakan bagian dari komunitas diaspora Indonesia di Irlandia. “Kami sekarang berada di rumah Mbak Ailtje, seorang Indonesia yang tinggal di daerah Longford, di pinggiran Dublin,” jelas Yuli dan Stevi.
Meskipun mengalami kendala terkait promotor di Irlandia dan Inggris, Yuli memastikan bahwa perjalanan Cataclysmic Summer Tour 2026 di negara-negara Eropa lainnya masih akan dilanjutkan. “Kami akan mengunjungi beberapa kota di Belanda, Jerman, Belgia, Austria, dan Swiss dari tanggal 20 Agustus hingga 5 September 2026. Agenda tersebut ditangani oleh promotor yang berbeda sehingga tidak terpengaruh oleh masalah yang terjadi di Inggris dan Irlandia,” katanya. “Kami memiliki dua promotor: satu untuk Irlandia dan Inggris, yaitu Diablo Production, dan satu lagi untuk Eropa, yaitu DF Booking,” lanjutnya. “Jadi, masalah ini hanya terkait dengan Irlandia dan Inggris saja. Besok kami akan terbang ke Eropa, dan itu sudah aman,” tutupnya.
Pengalaman Sebelumnya dengan Promotor yang Sama
Kendala yang dihadapi dengan Diablo Productions bukanlah yang pertama bagi Jasad. Sebelum berpartisipasi dalam Cataclysmic Summer Tour 2026, band ini juga mengalami masalah saat merencanakan tur Asia bertajuk Mocking The Wretched Asia Tour 2026. Yuli menjelaskan bahwa tur yang awalnya direncanakan berlangsung pada Januari 2026 terpaksa ditunda hingga November mendatang. Salah satu faktor yang menyebabkan penundaan ini adalah proses pengurusan visa untuk perjalanan antar negara di Asia yang memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan.
“Sebelumnya kami merencanakan tur dengan Diablo di Asia pada bulan Januari. Namun, itu tidak bisa dilaksanakan karena berbagai kendala. Saya rasa Diablo belum memahami bahwa untuk bepergian antarnegara di Asia, diperlukan visa,” jelas Yuli. “Karena waktu yang tidak mencukupi untuk pengurusan visa, kami akhirnya harus menunda hingga November mendatang,” tambahnya. Meski menghadapi banyak tantangan, Yuli tetap optimis bahwa perjalanan Jasad bersama DeadSquad dan Death Vomit akan berlanjut sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Persiapan Melanjutkan Tur di Eropa
Dengan dukungan dari promotor yang berbeda untuk wilayah Eropa lainnya, ketiga band ekstrem Indonesia ini kini bersiap melanjutkan perjalanan Cataclysmic Summer Tour 2026 setelah melewati berbagai rintangan di awal tur. Dukungan dari diaspora Indonesia di Irlandia juga memberikan harapan baru bagi mereka untuk dapat melanjutkan misi musikal ini tanpa hambatan lebih lanjut. Seiring dengan berjalannya waktu, mereka berharap dapat menghibur para penggemar di berbagai negara Eropa dengan penampilan yang telah ditunggu-tunggu.
Musik metal Indonesia, yang dikenal dengan kekuatan dan intensitasnya, memang memiliki tempat khusus di hati banyak penggemar di Eropa. Ketiga band ini merupakan representasi yang kuat dari budaya musik ekstrem yang terus berkembang di Tanah Air. Dengan semangat yang tak pudar, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit siap untuk menunjukkan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan, mereka tetap berkomitmen untuk menyampaikan pesan dan energi mereka lewat musik.
Pentingnya Dukungan Komunitas
Kisah ini juga menyoroti pentingnya dukungan komunitas, terutama dalam situasi yang tidak terduga. Dukungan yang diberikan oleh diaspora Indonesia di Irlandia kepada para musisi menunjukkan betapa kuatnya jaringan komunitas yang ada. Soliditas ini tidak hanya memberikan tempat berlindung bagi mereka yang membutuhkan, tetapi juga menciptakan rasa persatuan di antara sesama warga negara yang berada jauh dari rumah.
Dari situasi yang sulit ini, para musisi belajar bahwa dalam industri musik, saling membantu dan membangun jaringan yang kuat adalah kunci untuk mengatasi tantangan yang ada. Dukungan moral dan material dari individu-individu yang peduli bisa menjadi penyelamat dalam kondisi darurat, seperti yang dialami oleh DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit saat ini.
Harapan untuk Masa Depan
Dengan segala pengalaman yang didapat selama tur ini, baik yang positif maupun negatif, ketiga band ini tentunya akan semakin matang dalam menghadapi setiap tantangan yang mungkin muncul di masa depan. Mereka diharapkan dapat mengembangkan strategi yang lebih baik untuk berkolaborasi dengan promotor dan pihak terkait lainnya, serta memastikan semua aspek tur berjalan dengan lancar.
Saat ini, fokus mereka adalah untuk kembali ke jalur dan memberikan penampilan terbaik mereka kepada penggemar di Eropa. Dengan semangat juang dan dedikasi yang tinggi, DeadSquad, Jasad, dan Death Vomit akan terus berjuang untuk menyebarkan musik mereka dan menginspirasi banyak orang di luar sana. Pengalaman yang mereka alami saat ini akan menjadi pelajaran berharga untuk perjalanan karier mereka ke depan.
Tur ini bukan hanya tentang penampilan di panggung, tetapi juga tentang membangun hubungan dengan penggemar dan komunitas musik di seluruh dunia. Dengan semangat dan tekad yang kuat, ketiga band ekstrem ini berharap dapat mengatasi semua rintangan dan menjadikan tur ini sebagai pengalaman yang tak terlupakan bagi mereka dan para penggemar.
➡️ Baca Juga: Wagub Sulsel Ajak Sidrap Jadi Model Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat yang Efektif
➡️ Baca Juga: Air Asia Raih Pendapatan Rp7,87 Triliun dan Turunkan Kerugian 15% pada 2025




