slot depo 10k slot depo 10k
Megapolitan

Pemkab Lebak Mendorong Masyarakat Kasepuhan untuk Meningkatkan Produksi Pangan Lokal

Peningkatan produksi pangan lokal merupakan salah satu isu krusial yang dihadapi oleh banyak daerah, termasuk Kabupaten Lebak, Banten. Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung masyarakat, Pemerintah Kabupaten Lebak berkomitmen untuk mendorong masyarakat Kasepuhan agar dapat meningkatkan hasil pertanian mereka. Target yang ditetapkan adalah peningkatan produksi gabah kering pungut (GKP) dari lima ton menjadi enam ton per hektare. Hal ini tidak hanya berpotensi meningkatkan ketersediaan pangan lokal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap ekonomi masyarakat setempat.

Panen Raya dan Peningkatan Produksi Pangan Lokal

Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menyampaikan bahwa saat ini masyarakat Kasepuhan tengah memasuki masa panen raya, terutama di wilayah Kasepuhan Cisitu, Kecamatan Cibeber. Panen ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan lokal sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.

“Dengan adanya panen raya, kami optimis bahwa ketersediaan pangan akan terjaga dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Deni. Peningkatan produksi pangan lokal menjadi langkah strategis untuk menghadapi tantangan yang ada, terutama dalam konteks pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat yang semakin meningkat.

Target Peningkatan Produksi

Pemerintah Kabupaten Lebak berharap agar petani dari masyarakat adat Kasepuhan dapat mencapai produksi pangan yang lebih tinggi, yaitu enam ton GKP per hektare. Hal ini menjadi penting mengingat pola pertanian masyarakat Kasepuhan yang sudah berakar dalam kearifan lokal.

Masyarakat Kasepuhan dikenal melakukan panen padi satu kali dalam setahun dengan masa panen yang berlangsung selama enam bulan. Mereka memanfaatkan benih lokal yang telah terbukti memberikan hasil yang baik. “Setiap petani di Kasepuhan dapat melakukan panen padi setiap enam bulan, dan setelah itu mereka juga mengembangkan budidaya ikan seperti ikan emas, mujaer, dan nila,” tambah Deni.

Kearifan Lokal dalam Pertanian

Masyarakat Kasepuhan sudah lama menerapkan konsep kedaulatan pangan yang berlandaskan pada kearifan lokal. Salah satu contohnya adalah keberadaan leuit, atau lumbung padi, yang berfungsi untuk menyimpan cadangan pangan jangka panjang. Ini adalah salah satu bentuk upaya masyarakat untuk menjaga ketahanan pangan mereka sendiri.

Pola tanam yang diterapkan oleh masyarakat Kasepuhan juga bersifat berkelanjutan dan berbasis pada kecukupan, bukan berlebihan. “Ini adalah kekuatan dan potensi besar bagi daerah. Pemanfaatan lahan ulayat adat oleh masyarakat Kasepuhan mendukung ketahanan pangan daerah, dan harus terus disinergikan dengan kearifan lokal yang sudah ada,” jelas Deni.

Dukungan dari Pemkab Lebak

Pemerintah Kabupaten Lebak memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif masyarakat Kasepuhan dalam meningkatkan produksi pangan lokal. Hal ini sejalan dengan visi untuk mencapai swasembada pangan yang dicanangkan oleh pemerintah. “Kami ingin melihat masyarakat Kasepuhan terus berkembang dan mampu memenuhi kebutuhan pangan mereka sendiri,” kata Deni.

Ketua Umum Adat Kasepuhan Banten Kidul (SABAKI), Sukanta, menambahkan bahwa hingga saat ini masyarakat Kasepuhan tidak mengalami krisis pangan dari hasil pertanian padi sawah. Persediaan pangan yang melimpah, disimpan dalam leuit, memungkinkan mereka untuk bertahan selama puluhan tahun. Masyarakat adat juga memiliki aturan yang melarang penjualan pangan agar cadangan pangan tetap terjaga.

Pengakuan dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat

Pengakuan dari pemerintah terhadap hak ulayat masyarakat Kasepuhan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kedaulatan pangan. Sukanta mengapresiasi dukungan pemerintah yang saat ini memberikan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat. “Dengan adanya pengakuan ini, masyarakat Kasepuhan merasa lebih tenang dan nyaman dalam menjalankan aktivitas pertanian,” ujarnya.

Dalam konteks ini, dukungan terhadap program swasembada pangan yang dipromosikan oleh pemerintah sangat penting. Sukanta menekankan bahwa tanpa perlindungan terhadap masyarakat adat, akan sulit bagi mereka untuk menggarap sektor pertanian dan memenuhi kebutuhan pangan yang semakin meningkat.

Strategi Peningkatan Produksi Pangan Lokal

Peningkatan produksi pangan lokal di masyarakat Kasepuhan tidak hanya bergantung pada faktor-faktor teknis pertanian, tetapi juga pada kesadaran dan partisipasi masyarakat. Berikut adalah beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk mencapai tujuan tersebut:

  • Meningkatkan penggunaan benih lokal yang berkualitas.
  • Menerapkan teknik pertanian berkelanjutan yang ramah lingkungan.
  • Mengembangkan sistem penyimpanan pangan yang lebih efektif.
  • Memberikan edukasi kepada petani tentang praktik pertanian yang baik.
  • Mendorong kerja sama antar petani untuk berbagi pengetahuan dan sumber daya.

Manfaat Peningkatan Produksi Pangan Lokal

Peningkatan produksi pangan lokal di Kabupaten Lebak tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga memberikan berbagai manfaat lain bagi masyarakat. Beberapa manfaat tersebut antara lain:

  • Meningkatkan pendapatan petani melalui hasil panen yang lebih baik.
  • Menjamin ketersediaan pangan yang lebih stabil di masyarakat.
  • Menciptakan lapangan kerja baru di sektor pertanian dan perikanan.
  • Memberdayakan masyarakat untuk lebih mandiri dalam hal pangan.
  • Memperkuat kearifan lokal yang telah ada selama ini.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan masyarakat Kasepuhan dapat terus meningkatkan produksi pangan lokal mereka. Pendekatan yang mengedepankan kearifan lokal dan dukungan dari pemerintah menjadi kunci dalam mencapai ketahanan pangan yang berkelanjutan.

Kesimpulan

Pemkab Lebak melalui Dinas Pertanian terus mendorong masyarakat Kasepuhan untuk meningkatkan produksi pangan lokal. Dengan penguatan kapasitas petani dan dukungan terhadap kearifan lokal, masyarakat diharapkan dapat mencapai swasembada pangan serta menjaga ketahanan pangan daerah. Peningkatan produksi pangan lokal bukan hanya soal angka, tetapi juga tentang keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

➡️ Baca Juga: Jembatan Garuda Babelan Resmi Dibangun TNI dan Pemkab Bekasi, Pangkas Jarak 4 Km

➡️ Baca Juga: Nadhif Basalamah Hadir dengan Genre Baru yang Menggugah di Tahun 2027

Related Articles

Back to top button