Jakarta Utara baru-baru ini melaksanakan aksi penertiban yang melibatkan tim gabungan beranggotakan 60 personel untuk membersihkan bangunan hunian sementara (huntara) yang ditinggalkan oleh warga eks Kampung Bayam. Lokasi tersebut terletak di Jalan Tongkol, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan. Penertiban ini dilakukan untuk merapikan kawasan yang kini telah kosong dan tidak lagi dihuni.
Alasan di Balik Penertiban Bangunan Huntara
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menjelaskan bahwa penertiban ini merupakan langkah lanjutan setelah warga secara bertahap pindah ke Rumah Susun (Rusun) Kampung Bayam yang terletak di dekat Jakarta International Stadium (JIS). Proses pemindahan ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal yang lebih layak bagi warga yang sebelumnya tinggal di huntara.
Menurut Wawan, penertiban ini dilakukan karena bangunan huntara sudah tidak digunakan lagi oleh warga. Sebelumnya, para penghuni huntara juga sempat menjalankan berbagai kegiatan ekonomi, termasuk pertanian perkotaan, yang menjadi sumber penghidupan mereka. Namun, seiring dengan perpindahan ke rusun, bangunan huntara tersebut menjadi tidak berfungsi.
Proses Penertiban yang Terencana
Dari hasil pemantauan, terdapat sekitar 50 bangunan yang telah kosong dan siap untuk ditertibkan. Proses ini tidak hanya bertujuan untuk mengosongkan kawasan, tetapi juga untuk mempersiapkan lokasi yang nantinya akan dimanfaatkan untuk pembangunan selanjutnya. Tindakan ini diharapkan bisa mempercepat revitalisasi kawasan tersebut demi kepentingan masyarakat.
Selama pelaksanaan penertiban, semua proses berlangsung dengan aman dan kooperatif. Warga eks Kampung Bayam ikut berpartisipasi dengan membantu petugas dalam pembersihan kawasan dan memilah material bangunan yang masih dapat dimanfaatkan. Ini menunjukkan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan ketertiban lingkungan mereka.
Pemanfaatan Kembali Material Bangunan
Wawan Budi Rohman juga menyampaikan bahwa tim penertiban tidak hanya mengosongkan bangunan, tetapi juga memilah material yang masih dapat digunakan, seperti asbes dan batako. Material ini akan dipindahkan dan dimanfaatkan kembali, sehingga menciptakan nilai tambah dan mengurangi pemborosan sumber daya.
Keterlibatan Berbagai Unsur dalam Kegiatan Ini
Kegiatan penertiban ini melibatkan sejumlah pihak, termasuk Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, PJLP Rusunawa Tongkol, serta Suku Dinas Lingkungan Hidup dan Satpol PP tingkat kota dan kelurahan. Kolaborasi antara berbagai unsur ini menunjukkan bahwa penertiban bangunan huntara adalah tanggung jawab bersama demi kemajuan dan kenyamanan lingkungan.
Untuk mendukung kegiatan ini, dua unit truk Suku Dinas Lingkungan Hidup dan tiga unit truk dari Satpol PP dikerahkan untuk membantu proses pengangkutan material yang telah ditertibkan. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan penertiban dapat berjalan lebih efisien dan efektif.
Keberlanjutan Penertiban dan Harapan Masyarakat
Wawan menegaskan bahwa kegiatan penertiban bangunan huntara akan terus dilakukan setiap hari hingga kawasan tersebut benar-benar bersih dan siap untuk kegiatan pembangunan selanjutnya. Ini menjadi langkah penting dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih baik dan teratur di Jakarta Utara.
Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Madani Kampung Bayam, Toni, mengungkapkan bahwa saat ini ia dan beberapa anggota kelompoknya sudah tinggal di Rusun Kampung Bayam dengan nyaman. Toni berharap sinergi yang telah terjalin antara masyarakat dan pemerintah dapat terus berjalan dengan baik, sehingga dampak positif dari penertiban ini dapat dirasakan oleh semua pihak.
Dengan adanya penertiban bangunan huntara, diharapkan tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang sebelumnya tinggal di kawasan tersebut. Penertiban ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang layak dan mendukung pengembangan kawasan urban yang berkelanjutan.
➡️ Baca Juga: Gerakan Pangan Murah di Sumut, Pastikan Harga Beras dan Daging Terjangkau bagi Masyarakat
➡️ Baca Juga: 58 Rig PDSI Siap Menjadi Juara Nasional dalam Meningkatkan Ketahanan Energi RI
