Pemprov Lampung Dorong Bus BRT Itera Jadi Proyek Percontohan Transformasi Transportasi Publik

— Paragraf 1 —
ReferensiRakyat.CO.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mendorong pengembangan Bus BRT Itera (Institut Teknologi Sumatera) sebagai proyek percontohan (pilot project) transformasi transportasi publik yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis riset.
— Paragraf 2 —
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, saat menjadi keynote speaker pada Focus Group Discussion (FGD) bertema “Bus BRT Itera untuk Transformasi Lampung Maju” yang diselenggarakan Itera, di Ruang Rapat Gedung C Itera pada Rabu, 4 Februari 2026.
— Paragraf 3 —
Inisiatif ini dinilai strategis untuk menjawab tantangan mobilitas, tata ruang, serta pembangunan hijau di Provinsi Lampung.
— Paragraf 4 —
Sekdaprov Marindo menegaskan, FGD ini menjadi ruang strategis perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy) yang mempertemukan pemerintah daerah, akademisi, serta pemangku kepentingan di sektor transportasi dan perencanaan wilayah.
— Paragraf 5 —
“Pemerintah Provinsi Lampung memandang forum ini sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem pemikiran yang konstruktif. Kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi kunci lahirnya kebijakan publik yang inovatif dan aplikatif,” ujar Marindo.
— Paragraf 6 —
Ia mengapresiasi peran Itera sebagai mitra strategis pemerintah daerah, tidak hanya dalam pengembangan sumber daya manusia, tetapi juga dalam penyusunan solusi kebijakan publik, khususnya di bidang transportasi dan perencanaan wilayah.
— Paragraf 7 —
Dalam paparannya, Marindo menekankan bahwa transportasi publik merupakan instrumen utama transformasi wilayah karena beririsan langsung dengan produktivitas ekonomi, efisiensi logistik, mobilitas tenaga kerja, tata ruang perkotaan, serta pencapaian target pembangunan berkelanjutan dan pengendalian emisi.
— Paragraf 8 —
“Sebagai gerbang utama Pulau Sumatera, Lampung membutuhkan sistem transportasi yang andal dan terintegrasi untuk meningkatkan daya saing daerah. Tanpa intervensi kebijakan yang terstruktur, ketergantungan pada kendaraan pribadi berpotensi meningkatkan kemacetan, biaya sosial, dan degradasi lingkungan,” jelasnya.
— Paragraf 9 —
Menurut Marindo, pengembangan angkutan massal perkotaan yang modern, terjangkau, dan ramah lingkungan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan strategis.
— Paragraf 10 —
Terkait Bus BRT Itera, ia menyampaikan bahwa program tersebut dapat diposisikan sebagai proyek percontohan transformasi transportasi publik di Lampung.
— Paragraf 11 —
Nilai strategisnya antara lain meningkatkan konektivitas kawasan pendidikan, permukiman, dan pusat aktivitas ekonomi, serta mendorong efisiensi mobilitas mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat sekitar.
— Paragraf 12 —
Selain itu, Bus BRT Itera juga berpotensi menjadi wadah integrasi riset, inovasi teknologi, dan kebijakan transportasi, sekaligus model kolaborasi lintas sektor yang dapat direplikasi di wilayah lain di Provinsi Lampung.
— Paragraf 13 —
“Dalam perspektif kebijakan publik, inisiatif ini tidak hanya berbicara tentang armada dan koridor, tetapi juga mencakup perencanaan rute berbasis data, kelembagaan pengelola, skema pembiayaan berkelanjutan, serta penerimaan sosial masyarakat,” tegasnya.
— Paragraf 14 —
Marindo menambahkan, pengembangan transportasi publik terintegrasi ini sejalan dengan visi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, yakni “Mewujudkan Lampung Maju melalui pembangunan infrastruktur yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.”
— Paragraf 15 —
Menurutnya, visi tersebut menempatkan pembangunan infrastruktur tidak hanya pada aspek fisik, tetapi juga pada manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
— Paragraf 16 —
“Bus BRT Itera dapat menjadi bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan aksesibilitas layanan publik, mengurangi ketimpangan mobilitas, serta mendukung transisi menuju pembangunan hijau,” ujarnya.
— Paragraf 17 —
Pada tahap awal, Sekdaprov menjelaskan bahwa implementasi bus BRT akan diuji coba pada rute Mall Bumi Kedaton (MBK)–Kampus Itera. Layanan ini difokuskan untuk memberikan manfaat langsung bagi civitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen.
— Paragraf 18 —
Lebih lanjut, Dinas Perhubungan Provinsi Lampung akan menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung guna merumuskan regulasi pembiayaan serta memastikan aspek nilai ekonomis agar operasional bus dapat berjalan secara berkelanjutan.
— Paragraf 19 —
Selain sebagai solusi transportasi kampus, langkah ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung untuk menghidupkan kembali transportasi publik di daerah.
— Paragraf 20 —
Sekdaprov menekankan pentingnya manajemen yang kuat dengan mengacu pada evaluasi pengalaman sebelumnya, agar biaya operasional tetap seimbang dengan pemasukan.
— Paragraf 21 —
Ke depan, apabila rute awal berjalan optimal, pemerintah berencana mengembangkan rute strategis lainnya, termasuk layanan transportasi publik dari Bandara menuju pusat Kota Bandar Lampung.
— Paragraf 22 —
Melalui FGD ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap memperoleh masukan teknis dan rekomendasi kebijakan yang terukur, meliputi kelayakan teknis dan ekonomi Bus BRT Itera, pola integrasi dengan sistem transportasi eksisting, skema pendanaan dan keberlanjutan operasional, serta peran perguruan tinggi dalam riset, monitoring, dan evaluasi kebijakan.
— Paragraf 23 —
“Hasil FGD ini diharapkan menjadi rujukan awal dalam penyusunan kebijakan dan perencanaan transportasi publik di Provinsi Lampung secara lebih luas,” kata Marindo.
— Paragraf 24 —
Sementara itu, Rektor Itera I Nyoman Pugeg Aryantha dalam sambutannya menyampaikan bahwa FGD ini difokuskan untuk menghimpun masukan terkait pengelolaan sarana angkutan Bus BRT di lingkungan ITERA dari para pemangku kepentingan, termasuk unsur pemerintah daerah.
— Paragraf 25 —
Pemangku kepentingan tersebut antara lain perwakilan Kepala Bappeda, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Badan Litbangda, serta Pejabat Administrator BPKAD Pemerintah Provinsi Lampung.
— Paragraf 26 —
Melalui kesempatan tersebut, Rektor Itera menyatakan kesiapan institusinya untuk mengelola aset Bus BRT secara optimal guna mendukung transformasi dan kemajuan transportasi di Provinsi Lampung.
➡️ Baca Juga: Keiko Regine Tersingkir dari Indonesian Idol 2026, Apa yang Terjadi?
➡️ Baca Juga: PSM Makassar Umumkan Susunan Pemain Melawan Malut United: Hilman Syah di Gawang, Alex Tanque Pimpin Serangan



