Perbedaan S1 dan S2

Ketahui Perbedaan S1 dan S2 dalam sistem kurikulum pendidikan Indonesia

Posted on

Perbedaan S1 dan S2 – Pernahkah mendengar ada seseorang yang sudah selesai kuliah d program s1 dan ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang s2. apakah ada perbedaan di antara keduanya? Atau sebenarnya sama saja. Di dalam sistem pendidikan tinggi Indonesia sendiri dikenal adanya sistem sekolah s1 s2 dan juga s3, lalu apa perbedaan ketiganya? Mari kita mengenal perbedaan s1 s2 s3 secara lebih mendalam.

Sistem kurikulum pendidikan Indonesia di bagian pendidikan tinggi mengenal jenjang kuliah dalam dua bagian yaitu kuliah vokasi dan kuliah sarjana. Pada bagian kuliah vokasi anda akan mengenal D1, D2, D3 dan juga D4. kuliah vokasi ini biasanya diselenggarakan oleh akademi, sekolah tinggi dan beberapa universitas.

Baca juga ” Langkah-Langkah Cara Mendapatkan Beasiswa S2 Luar Negeri “

Syarat utama untuk masuk ke dalam jenjang kuliah vokasi adalah semua lulusan SMA, SMK dan bahkan sekolah farmasi bisa masuk ke dalam kuliah vokasi. Tingkatan sekolah vokasi antara D1 hingga D3 ditentukan lamanya kuliah dan gelar yang akan didapat. Rata rata kuliah vokasi D1 tersedia dalam jurusan sekretaris, kesehatan dan juga teknik, dan dilaksanakan hanya dalam waktu setahun saja. Begitu juga D2 hanya dalam waktu dua tahun, sementara D3 dan D4 menghabiskan rata rata tiga hingga empat tahun.

Jika menyelesaikan kuliah vokasi, maka mahasiswanya berhak menyandang gelar ahli diploma sesuai dengan jurusannya masing-masing. Misalnya ada jurusan sekretaris yang memberikan gelar ahli pertama sekretaris (AP Sekretaris) sementara untuk d3 mendapat ahli madya sekretaris (AMd. Sekretaris). khusus untuk D4 biasanya gelarnya disetarakan dengan S1 yaitu mendapat gelar S.ST (sarjana sains terapan).

Selanjutnya untuk kuliah sarjana nantinya anda akan mengenal kuliah s1 s2 dan s3. apa perbedaan utama s1 s2 s3 dalam kurikulum sistem pendidikan Indonesia. Satu hal yang pasti adalah jenjang kuliah sarjana berbeda dengan kuliah vokasi dan biasanya jauh lebih berat karena membutuhkan usaha ekstra. Kuliah vokasi akan menghabiskan banyak praktek, sementara berkebalikan kuliah sarjana menghabiskan banyak waktu berdiskusi, berdebat, membaca buku hingga kuliah penelitian di lapangan.

Jenjang perbedaan s1 s2 s3 juga ditentukan dengan lamanya waktu sekolah, beban yang didapat selama perkuliahan, sebuah tugas akhir yang mesti dikerjakan, biaya yang mesti dikeluarkan, porsi antara kuliah teori dengan kuliah penelitian di lapangan, gelar yang didapat, poyeksi pekerjaan yang akan didapat di kemudian hari.

Baca Juga:  Permainan Bahasa Inggris Paling Populer

Perbedaan s1 dan s2 serta s3 juga ditentukan dimana mengambil kuliahnya, karena ada beberapa universitas yang memudahkan untuk mengambil kuliah s1 s2 s3 secara mudah. Akan tetapi ada juga universitas yang memberikan syarat-syarat ketat untuk mengambil kuliah s1 s2 s3 di universitas tersebut.

Perbedaan s1 dan s2 serta s3 juga berpengaruh dengan banyaknya beasiswa yang ditawarkan, untuk jenjang s1 beasiswa yang ditawarkan jauh lebih banyak serta mudah untuk didapat. Sementara untuk jenjang s2 dan s3 lebih sedikit, lebih sulit dan memperlukan banyak persyaratan yang tidak semua orang bisa.

Khusus untuk masuk jenjang s1, seluruh lulusan sma, smk, stm dan bahkan sekolah farmasi bisa memasukinya. Akan tetapi anda perlu perhatikan beberapa jurusan mensyaratkan lulusan khusus. Misalnya jurusan kedokteran, farmasi, kesehatan masyarakat, ilmu gizi, kedokteran gigi dan kedokteran hewan mensyaratkan lulusan sma ipa. Sementara beberapa jurusan yang lain membebaskan selama bisa lolos seleksi masuk kampusnya.

Perbedaan S1 dan S2

Kira kira sampai sini sudah mendapat gambaran besar dunia perkuliahan di Indonesia ya? Sedikit lagi kita akan memasuki pembahasan yang lebih mendetail dan mengenal seluk beluk perkuliahan di Indonesia, khususnya perbedaan s1 s2 s3. Ada banyak perbedaan s1 dan s2 serta s3 yang akan dirangkum ke dalam sepuluh perbedaan mendasar kuliah s1 s2 dan s3, kita akan mulai dari proses seleksi masuk hingga sistem kuliahnya serta menjelang akhir:

Pertama, perbedaan s1 s2 s3 dalam proses seleksi masuk sangat-sangat berbeda. Jika anda lulusan sma, smk, stm atau sekolah farmasi ingin melanjutkan jenjang s1, maka perhatikan jenis seleksi masuknya dan apakah kampusnya negeri atau swasta.
Karena proses seleksi masuk ini akan berbeda antara satu kampus dengan kampus lainnya. Misalnya kampus negeri hanya membuka tiga jalur saja, jalur snmptn lewat seleksi raport sejak sma, kemudian sbmptn lewat seleksi tulis dan bagian terakhir melewati ujian mandiri. Sementara untuk kampus swasta kebanyakan jalur mandiri dalam beberapa gelombang.

Baca Juga:  Program MBA dan Program Master, Mana yang Lebih Baik?

Seleksi untuk jenjang yang lebih tinggi yaitu s2 dan s3 tergantung dengan jurusan yang dilamar, jenjang ini membuktikan pemikiran yang matang, cerdas, disiplin dan tentunya memahami logika matemarik pengetahuan secara umum. Kampus kampus besar seperti UGM, ITB dan UI mensyaratkan mahasiswa calon s2 dan s3 wajib bisa berbahasa inggris dengan skor toefl 400-500 dan juga seleksi tes potensi akademik dengan skor di atas 500. biasanya dilakukan lewat seleksi tulis atau melalui tes sendiri-sendiri.

Kedua, perbedaan s1 dan s2 serta s3 selanjutnya pada sistem kurikulum perkuliahan, lama waktu kuliah, tugas akhir yang dikerjakan hingga gelar yang didapat. Mayoritas mahasiswa berminat di jenjang s1, karena jenjang s2 dan s3 biasanya lebih spesifik untuk pekerjaan tertentu, sementara menyelesaikan jenjang s1 bisa bekerja dimana saja, jadi kita akan mulai dari s1 dahulu.

S1 memakan waktu paling cepat 3,5 tahun dan paling lama 7 tahun, durasi ini dibutuhkan untuk menyelesaikan kira-kira 20 sampai 25 mata kuliah dengan total minimal sks 144 untuk lulus (sudah termasuk kkn atau kuliah kerja nyata atau praktikum). satu sks setara dengan belajar 45 menit, jadi bisa dikalikan dengan jumlah sks setiap mata kuliah).

Kurikulum s1 mensyaratkan mahasiswa menghabiskan kuliah teori 80% dan sisanya adalah penelitian. Ini artinya anda akan banyak menghabiskan waktu di kelas, berdebat, berdiskusi, membaca buku, membuat makalah, membuat desain di lab, membuat penelitian di lab dan kuliah lapangan. Pada akhir tahun kuliah, anda diwajibkan membuat skripsi sebagai tugas akhir untuk diuji dalam ujian skripsi. Setelah lulus anda akan mendapat gelar sarjana sesuai dengan jurusannya, contoh sarjana ekonomi (S.E.), sarjana sains (S.Si) dll

S2 akan memakan waktu paling cepat 2 tahun dan paling lama 4 tahun, durasi ini dibutuhkan untuk menyelesaikan kira-kira 44 hingga 50 sks dengan jumlah mata kuliah bervariasi. Kuliah ini lebih berat dibandingkan dengan s1 karena porsi penelitian lapangan meningkat menjadi 70% dan teorinya hanya 30%. porsi ini terbagi di setahun pertama mahasiswa akan banyak belajar di kelas, maka setahun berikutnya (bahkan dua tahun berikutnya) akan banyak di lapangan untuk menulis tugas akhir bernama tesis.

Baca Juga:  Contoh kalimat present tense dalam simple present tense

Setelah menyelesaikan tesis, mahasiswa akan diuji penelitian tesisnya dalam ujian tesis dan berhak memperoleh gelar master sesuai dengan jurusannya. Mereka yang berada di jurusan sosial humaniora biasanya akan mendapat gelar master of arts (MA), master humaniora (M.Hum), master ekonomi (M.Ec atau M.Acc) atau M.Sos, M.IP dll sementara di jurusan sains akan mendapat M.Si atau M.Sc. Nah itulah Perbedaan S1 dan S2 yang paling penting.

S3 akan memakan waktu paling lama dibandingkan jenjang sebelumnya. Ini adalah jenjang tertinggi dalam perkuliahan di sektor sarjana. Pada jenjang s2 dan s3 ini, lulusan s1 yang melanjutkan pada fase ini tidak begitu banyak, hanya 20% lulusan s1 yang melanjutkan ke jenjang s2, begitu juga dari seluruh lulusan s2 hanya 10% yang melanjutkan ke jenjang s3. kenapa demikian? Karena s2 dan s3 biasanya lebih spesifik dan hanya dibutuhkan di dunia dunia tertentu saja, misalnya bekerja sebagai dosen, bekerja sebagai peneliti dan bekerja di industri yang membutuhkan kepakaran.

Perbedaan s1 dan s2 serta s3 paling mencolok adalah waktu kuliah s3 yang secara teori minimal 3 tahun dan maksimal 4 tahun, tapi pada faktanya bahwa yang kuliah sampai 5 tahun hingga 7 tahun. Hal ini karena bukan apa apa, melainkan karena beratnya beban kuliah dan lamanya rentang penelitian di jenjang ini.

Jenjang s3 biasanya disebut jenjang doktoral, menghabiskan 45 sampai 55 sks yang terbagi dalam 7 sampai 10 mata kuliah saja. Setahun pertama dihabiskan kuliah teori di kelas, sementara sisanya 5 sampai 7 tahun dihabiskan penelitian lapangan. Wuih berat sekali kan? Selain itu kuliah doktoral juga mempunyai kewajiban untuk mempublikasikan beberapa jurnal internasional dan juga mempunyai kewajiban menulis buku, berbicara di depan konferensi seminar dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *