Prinsip Seni Rupa dalam Kajian Kebudayaan

Posted on

Prinsip Seni Rupa – Seni rupa adalah salah satu cabang dari kesenian, sementara kesenian itu sendiri merupakan cabang utama dari sistem besar bernama kebudayaan. Karena berdasarkan dari kesenian dan kebudayaan yang menjadi rumah besarnya, maka prinsip-prinsip seni rupa tidak bisa dipisahkan dari prinsip-prinsip kesenian dan prinsip-prinsip kebudayaan.

Contoh seni rupa dalam beberapa hal teknis saja, misalnya seni rupa dalam pembuatan patung, seni rupa dalam pembuatan artefak, benda-benda seni yang menjadi artikulasi dari prinsip-prinsip seni rupa sejatinya tidak bisa dipisahkan dari prinsip dasar kesenian dan kebudayaan.

Lalu apa saja prinsip dasar kesenian dan kebudayaan yang menjadi dasar prinsip seni rupa di Indonesia. Pada dasarnya, kesenian dan kebudayaan di Indonesia adalah bentuk dari ekspresi dari masyarakat kebudayaan yang tersebar dari sabang sampai merauke. Lalu dari prinsip-prinsip dasar inilah berkembang menjadi cabang-cabangnya seperti etnografi, antropologi, sejarah, adat istidat, seni (yang terbagi ke dalam seni musik, seni rupa, seni kaligrafi dan kesenian lainnya).

Seni rupa adalah cabang kecil dari kesenian itu sendiri dalam ekspresi masyarakat budaya di Indonesia, contoh-contoh seni rupa yang pernah dipraktekkan dalam masyarakat Indonesia telah lama ada sejak zama megalithikum (zaman batu besar) dengan ditemukannya lukisan-lukisan di Gua di daerah Sulawesi Selatan.

Temuan lukisan-lukisan zaman purba ini, terdiri dari cap tangan dan gambar sebuah seni perburuan manusia purba, berdekatan dengan kjokken modinger (sampah-sampah kerang purba), yang menjadi cikal bakal contoh seni rupa pada masa purba di Indonesia.

Pada masa yang agak modern, setelah era manusia purba, contoh-contoh seni rupa dapat diamati dari pertumbuhan artefak-artefak di kerajaan-kerajaan hindu budha, adanya prasasti Yupa, Lingga Yoni, hingga arca-arca yang dibentuk pada masa kerajaan hindu budha. Selain itu, yang tidak bisa ditinggalkan dari contoh seni rupa pada masa ini adalah bangunan candi yang ratusan jumlah dan bentuknya di Indonesia.

Baca Juga:  Joint Venture adalah Strategi Usaha Paling Mutakhir

Pada masa yang lebih modern lagi, ketika masa kerajaan Islam, contoh seni rupa juga berkembang dalam bidang kebudayaan wayang dan lukisan. Pada masa kerajaan islam ini, modifikasi wayang sebagia simbol seni rupa islami berkembang menjadi wayang pipih (yang sebelumnya berbentuk wayang wong), kemudian disusul adanya lukisan-lukisan pada periode awal yang masih kasar kemudian masuknya kolonialisasi menyebabkan berkembangnya prinsip-prinsip lukisan seni rupa yang jauh lebih modern.

Selain itu, contoh seni rupa yang berkembang pada masa ini adalah pertumbuhan kaligrafi dan lukisan-lukisan canvas berbasis kebudayaan Islam, hal ini tidak bisa dipisahkan dari adanya larangan dalam Islam menggambar manusia, sehingga gambar-gambar yang disajikan seringkali hanya berupa gambar-gambar alam, hewan, tumbuhan maupun dunia interaksi di antara keduanya.

Hingga pada masa sekarang, contoh-contoh seni rupa berkembang pesat, menjadi seni rupa berbasis teknologi, sepertinya adanya lukisan dalam berbagai bentuk warna dan modifikasi, bentukan-bentukan patung dan artefak, adanya modifikasi teknologi dalam ruang publik sepertinya pameran-pameran dengan cahaya, dengan bahan alam (kayu dan bambu) dan bahkan menggunakan plastik sebagai ekspresi kesenian dan kebudayaan modern (kontemporer).

Berdasarkan kronik-kronik sejarah yang ditampilkan di atas, bisa disimpulkan bahwa prinsip-prinsip seni rupa tidak bisa dipisahkan dari seni (kesenian) dan budaya (kebudayaan) di Indonesia, jadi prinsip-prinsip itu adalah: merupaka ekspresi masyarakat budaya, terikat dengan norma dan nilai masyarakat budaya dan tentu saja mencerminkan sebuah simbol-simbol tertentu.

Pencerminan prinsip seni rupa dalam simbol-simbol ini terkait erat dengan nilai dan norma yang dianut masyarakat budaya tersebut. Misalnya artefak patung di suku Nias dengan suku Manado tentu saja berbeda satu sama lain, begitu juga artefak lukisan di Sulawesi dengan lukisan di Aceh memiliki nilai dan simbol yang berbeda satu sama lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *