kpkgg
Daerah

Rehabilitasi 40 Rumah Adat Sade Pasca Kebakaran untuk Melestarikan Karakter dan Budaya

Desa Adat Sade, yang terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, baru-baru ini mengalami musibah yang mengakibatkan kebakaran pada akhir Agustus 2026. Dari 75 rumah adat yang ada, sebanyak 40 unit telah berhasil direhabilitasi dan dilengkapi dengan atap baru. Proses pemulihan ini bukan hanya sekadar rekonstruksi fisik, tetapi juga bertujuan untuk melestarikan karakter dan budaya unik yang dimiliki desa tersebut.

Proses Pemulihan yang Terencana

Setelah masa tanggap darurat berakhir pada 20 September 2026, upaya rehabilitasi rumah adat Sade terus berlangsung. Menurut Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, perhatian saat ini berfokus pada implementasi desain yang telah dirancang dengan cermat. Desain ini tidak hanya mencakup pembangunan rumah adat, tetapi juga fasilitas umum, infrastruktur utilitas, dan aspek keselamatan yang penting bagi masyarakat.

“Tujuan utama kami adalah memulihkan kondisi fisik desa sambil menjaga keunikan budaya Sade,” ungkap Susiwijono dalam keterangan resminya. Dengan pendekatan yang terencana, diharapkan proses rehabilitasi dapat berjalan lancar dan memenuhi harapan masyarakat.

Kerjasama Antara Pihak Terkait

Pemerintah juga menjalin kerjasama erat dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk mendiskusikan langkah-langkah teknis dalam pemulihan. Hal ini termasuk pengaturan pendanaan, desain pembangunan, dan pembagian peran di antara berbagai pihak yang terlibat. Kementerian Koordinator Perekonomian bertindak sebagai penghubung antara kementerian, lembaga pemerintah daerah, BUMN, dan mitra lainnya.

  • Koordinasi pendanaan yang efisien
  • Desain yang sesuai dengan nilai budaya setempat
  • Jadwal penyelesaian yang jelas
  • Pembagian peran yang terstruktur antar pihak
  • Pengawasan terhadap proses pembangunan

Susiwijono menambahkan bahwa melalui koordinasi ini, semua kebutuhan terkait pendanaan dan desain dapat terpenuhi, sehingga proses rehabilitasi rumah adat Sade dapat dilaksanakan dengan baik dan sesuai harapan masyarakat.

Desain Rekonstruksi yang Berkelanjutan

Dalam hal rekonstruksi, desain untuk pembangunan kembali rumah adat telah disusun oleh InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Proyek ini mendapatkan dukungan dari Universitas Mataram serta komunitas adat setempat. Desain yang dihasilkan bertujuan untuk mengintegrasikan aspek modern dengan nilai-nilai tradisional yang ada.

Implementasi dari desain tersebut akan mendapatkan pendampingan teknis dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam rehabilitasi adalah sesuai dengan standar yang ditetapkan, serta menjaga integritas budaya Sade.

Fasilitas Umum yang Diperbaiki

Selain fokus pada rehabilitasi rumah adat, pemerintah juga memulai pembangunan berbagai fasilitas umum yang penting bagi masyarakat, seperti masjid, museum, bale bengong, dan toilet umum. Pembangunan fasilitas ini diharapkan dapat mendukung aktivitas sosial dan budaya masyarakat setempat.

Dengan adanya fasilitas yang memadai, diharapkan masyarakat Desa Adat Sade dapat melanjutkan kehidupan sehari-hari mereka dengan lebih baik dan nyaman, serta mendorong pengembangan kegiatan pariwisata yang berkelanjutan di daerah tersebut.

Mekanisme Penyaluran Bantuan

Pemerintah juga menyiapkan mekanisme penyaluran bantuan dari para donatur. Bantuan ini akan disalurkan melalui rekening penampungan dan rekening khusus untuk setiap kepala keluarga yang terdampak kebakaran. Dengan cara ini, diharapkan donasi dapat segera disalurkan dan memberikan bantuan yang diperlukan bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk pulih.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan bahwa semua bantuan yang diterima dapat digunakan secara maksimal untuk mendukung proses rehabilitasi dan pemulihan ekonomi masyarakat.

Pemulihan Ekonomi Masyarakat

Seiring dengan rehabilitasi fisik, aktivitas ekonomi masyarakat Desa Adat Sade mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Dukungan berupa bahan baku, modal usaha, dan alat produksi dari Kementerian Pariwisata berperan penting dalam menggerakkan kembali perekonomian lokal. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah berkomitmen untuk memastikan bahwa proses pembangunan kembali tidak hanya fokus pada aspek fisik, tetapi juga mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat. Dengan tetap menjaga karakter budaya setempat, diharapkan Desa Adat Sade dapat menjadi contoh dalam upaya pemulihan pasca-bencana yang berhasil.

Kesimpulan

Rehabilitasi rumah adat Sade pasca kebakaran merupakan langkah penting dalam melestarikan warisan budaya dan mendukung kehidupan masyarakat setempat. Melalui kerjasama yang solid antara berbagai pihak, diharapkan proses ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi Desa Adat Sade. Dengan fokus pada pemulihan fisik dan ekonomi, desa ini tidak hanya akan bangkit kembali, tetapi juga akan tetap menjadi simbol kekayaan budaya Indonesia.

➡️ Baca Juga: Prabowo Tentukan 8 Prioritas RAPBN 2027, Pertumbuhan Ekonomi Jadi Fokus Utama

➡️ Baca Juga: Optimasi Produktivitas Cerdas dengan Lini Laptop Lenovo Aura Edition

Related Articles

Back to top button