Pahami Sistem Informasi Manajemen di Perusahaan

Posted on

Sistem informasi manajemen di sebuah perusahaan dagang dan jasa memiliki sistem yang berbeda, tetapi tidaklah berbeda begitu jauh. Begitu juga sistem informasi akuntansi yang terjadi di dalam perusahaan dagang dan jasa memiliki perbedaan, tetapi perbedaan utamanya tidaklah terletak pada alur informasinya, melainkan hanya akun-akun dagang, atau kalo dalam sistem informasi manajemen hanya perbedaan kapasitas.

Tentu anda memahami maksud penjelasan di atas dengan sebuah anaogi bahwa sistem informasi manajemen di sebuah persekutuan komanditer (cv), firma, atau usaha dagang, berbeda dengan perusahaan besar seperti perseroan terbatas atau perseroan terbuka baik berbentuk manufaktur atau perusahaan dagang. Walaupun berbeda, tetapi prinsip-prinsip utamanya tetap sama.

Lalu apa yang dimaksud dengan sistem informasi manajemen dalam perusahaan? Sistem informasi manajemen sendiri adalah sebuah alur pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan untuk mengevaluasi, mengontrol, mencetak produk, menetapkan harga barang, mengontrol kualitas barang hingga sistem tatacara berkomunikasi ke luar (baik untuk urusan marketing, layanan purna jual atau menghadapi kasus hukum).

Seperti penjelasan di atas, prinsip-prinsip di perusahaan dagang, jasa atau manufaktur memiliki prinsip-prinsip sistem informasi manajemen yang sebenarnya sama saja, tetapi memiliki kapasitas yang berbeda. Misalnya begini, dalam sebuah pengambilan keputusan di perusahaan persekutuan komanditer (cv), keputusan penuh ada di tangan sekutu aktif yang ditunjuk menjadi direktur. Sementara dalam perseroan terbatas atau bahkan perseroan terbuka, keputusan ada di tangan direktur utama dan bahkan diputuskan dalam rapat umum pemegang saham. Berbeda kan? Tetapi prinsipnya tetap saja sama.

Prinsip sistem informasi manajemen pengambilan keputusan ini dinamakan sama saja, karena berangkat dengan aturan-aturan pendirian cv dan pt yang walaupun berbeda, tetapi tetap mengandalkan pengambilan keputusan down to top, dari bawah kemudian ke atas manajemen yang bertanggung jawab. Perbedaannya hanyalah pada kapasitas bahwa cv dikelola oleh persekutuan, sementara perseoran terbatas dikelola oleh banyak pemegang saham dan begitu banyak kepentingan yang mesti diakurkan.

Baca Juga:  2 Cara Transfer ke Luar Negeri Paling Mudah

jika sistem informasi manajemen dalam sebuah cv bisa diselesaikan oleh satu sekutu aktif saja, sementara di dalam perseoran terbatas tentu tidak bisa. Pengambilan keputusan dilakukan oleh sebuah dewan direktur yang mewakili para pemegang saham, serta harus mengakurkan banyak kepentingan-kepentingan yang saling berkaitan.

Kasus paling utama dan terbaru dalam melihat perbedaan sistem informasi manajemen ini antara perusahaan berbentuk cv dan perseroan terbatas adalah kasus kerjasama Garuda Indonesia dengan Sriwijaya Air. Rumitnya kerjasama antara Direksi Garuda dengan Sriwijaya ini dimulai dari hutang Sriwijaya di anak perusahaan Garuda yaitu Garuda Maintenance Facility (GMF) dimana pesawat-pesawat Sriwijaya yang masuk bengkel GMF mengalami gagal bayar hutang, sehingga Garuda meminta Sriwijaya menyetop memasukkan pesawat-pesawatnya ke dalam bengkel.

Persoalannya semakin lama semakin melebar, karena ternyata Garuda Indonesia adalah BUMN, di atas direksi BUMN terdapat menteri BUMN yang melihat jika terjadi kebangkrutan di Sriwijaya akan mengakibatkan krisis tidak bermanfaat untuk ekonomi. Direksi dan Menteri BUMN akhirnya mengambil jalan tengah dengan melakukan rapat bertujuan menyelesaikan hutang Sriwijaya dengan mengkonpensasikan kerjasama Sriwijaya ke dalam anak perusahaan Garuda yang lain yaitu Citinlink.

Pada kasus selanjutnya, pada kenyatannya kekisruhan ini terus terjadi manakala ternyata manajemen Sriwijaya merasa direksi-direksinya dibongkar Garuda akibat konsekuensi hutangnya. Sriwijaya meradang dan Garuda juga meradang, puncaknya adalah Garuda menghentikan kerjasama penyelesaian hutang dengan kembali memisahkan Sriwijaya. Sebagai perseroan terbatas, akhirnya Sriwijaya meminta pemegang sahamnya dan juga pemerintah menyelamatkan perusahaan dari kebangkrutan.

Dari kasus ini bisa dibaca betapa rumitnya sistem informasi manajeme pengambilan keputusan di sebuah perusahaan besar bernama perseroan terbatas, jika dibandingkan dengan sistem informasi manajemen sebuah cv tentu saja berbeda, tetapi prinsip-prinsip utamanya adalah tetap sama. Maksudnya begini, jika ada cv mempunyai kasus hutang dengan cv lainnya, maka hanya seorang direktur cv yang bisa langsung menyelesaikan, tanpa harus berkomunikasi dengan para pemegang saham maupun menteri.

Baca Juga:  Aplikasi Foto Terbaik Paling Direkomendasikan

Sistem informasi manajemen yang berbeda ini tentunya mempunyai nilai positif dan juga negatif masing-masing, yang nantinya berujung pada kekurangan dan kelebihan sebuah bentuk badan usaha/badan hukum. Sistem informasi manajemen berbentuk cv akan efektif untuk perusahaan kecil seperti umkm dengan omset di bawah 1 miliar, sementara tentu berbeda dengan perusahaan manufaktur yang memiliki omset ratusan miliar.

Sistem informasi manajemen yang dikembangkan oleh perseoan terbatas berfungsi untuk mengakomodasi berbagai kepentingan, sehingga kepentingan-kepentingan yang telah bertemu tersebut dapat diakomodasi dalam sebuah keputusan tunggal. Berbanding terbalik dengan cv yang setidak-setidaknya hanya memiliki dua sampai lima kepentingan sesuai jumlah direktur sekutu aktif atau jumlah sekutu pasif yang menanamkan sahamnya.

Sistem informasi manajemen pengambilan keputusan ini juga termasuk dalam mengontrol harga barang, persediaan barang hingga pengambilan keputusan hukum yang terkait dengan pihak-pihak luar. Pada satu sisi, sistem informasi manajemen dalam cv bisa jadi lebih efektif ketimbang perseoran terbatas, tetapi pada sisi lain sistem informasi manajemen dalam bentuk perseroan terbatas juga bisa lebih efektif.

Contohnya begini dalam sistem informasi manajemen menghadapi gugatan hukum, sistem di perseoran terbatas akan lebih efektif, karena direksi dapat menunjuka seorang kuasa hukum untuk mewakili perusahaan, dan ketika menghadapi gugatan pailit (gugatan kebangkrutan) dari keditornya, maka perusahaan hanya akan disita berdasarkan asetnya yang dimiliki. Dalam hal ini, aset dan harta miliki direktur akan aman sepenuhnya.

Berbanding terbalik dengan sistem informasi hukum di dalam bentuk persekutuan atau cv, ketika sebuah cv digugat secara hukum, seorang direktur bisa mewakilkan kepada kuasa hukum, tetapi ketika perusahaan dipailitkan, maka seluruh harta cv dan juga harta direktur aktifnya akan turut disita untuk membayar kebangkrutan perusahaan dan membayar hutang-hutang kepada kreditornya. Sampai sini bisa dipahami perbedannya ya.

Baca Juga:  Prinsip Seni Rupa dalam Kajian Kebudayaan

Memang pada satu kondisi persekutuan komanditer memiliki keleluasaan untuk bergerak cepat tanpa perlu menimbang-nimbang banyak kepentingan, dibandingkan perseroan terbatas yang harus memiliki banyak kepentingan sebelum dieksekusi, tetapi pada kasus sistem informasi manajemen di muka hukum, perseoran terbatas memiliki kelebihan dibandingkan dengan sistem persekutuan komanditer.

Pada bagian terakhir, sistem informasi manajemen ini juga tidak bisa dilepaskan dari sistem informasi akuntasi yang sistem informasi teknologi yang berlaku di dua perusahaan berbeda yang telah disebutkan di atas. Pada kasus sengketa Garuda dan Sriwijaya yang mewakili contoh sistem informasi manajeme perseoran terbatas, tentu akan sangat berpengaruh pada sistem informasi akuntansinya. Garuda yang telah sempoyongan karena piutangnya yang banyak dari Sriwijaya, mendapat tekanan dari menteri BUMN untuk turut membantu perusahaan lain. Ini tentu akan berkaitan dengan efisiensi aset-aset dan pendapatannya bukan.

Bandingkan dengan sistem informasi manajemen dan akuntansi sebuah persekutuan komanditer dalam menghadapi masalah-masalah, tentu tidak akan serumit ini, karena biasanya bisa diselesaikan dengan jalan damai atau hukum. Jika dalam kasus damai, maka sebuah cv yang mempunyai hutang dengan cv lain akan diminta melunasi dalam tahap periode tertentu, sementara dalam kasus hukum, persekutuan komanditer akan dibangkrutkan (pailit) atau pemiliknya menerima sanksi hukum.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *