Reformasi Pelaksanaan TKA 2026 untuk Jenjang SMA: Satu Hari Hanya Satu Mapel

Jakarta – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) tahun 2026 untuk jenjang SMA/SMK/sederajat akan mengalami perubahan signifikan. Perubahan ini muncul sebagai respons terhadap keluhan mengenai waktu pengerjaan yang dirasakan memberatkan bagi para siswa pada pelaksanaan TKA tahun sebelumnya. Pada TKA SMA/SMK/sederajat 2025, siswa diharuskan menyelesaikan tiga mata pelajaran wajib dalam satu hari, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris. Di hari kedua, mereka melanjutkan dengan dua mata pelajaran pilihan. Namun, pada tahun 2026, jadwal pelaksanaan TKA akan lebih teratur, yaitu satu hari hanya untuk satu mata pelajaran. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menjelaskan dalam acara Medcom Goes to School di SMA 34 Jakarta, bahwa setiap mata pelajaran wajib akan dikerjakan dalam tiga hari yang berbeda. “Hari pertama untuk Bahasa Indonesia, hari kedua untuk Bahasa Inggris, dan hari ketiga untuk Matematika,” ujarnya. Pada hari keempat, siswa akan mengerjakan dua mata pelajaran pilihan.
Pengenalan TKA 2026
TKA, atau Tes Kemampuan Akademik, merupakan suatu bentuk asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur taraf pencapaian akademik siswa dalam mata pelajaran tertentu berdasarkan kurikulum yang berlaku. Meskipun TKA diadakan, partisipasi siswa dalam tes ini tidak bersifat wajib, sehingga siswa dapat memilih untuk mengikuti atau tidak sesuai dengan kesiapan dan kebutuhan mereka. Seluruh biaya pelaksanaan TKA ditanggung oleh negara, sehingga tidak ada biaya yang dibebankan kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses yang setara untuk berpartisipasi tanpa terhalang oleh faktor ekonomi.
Tujuan dan Manfaat TKA
TKA hadir untuk menjawab berbagai tantangan yang ada dalam sistem penilaian yang diterapkan di sekolah-sekolah. Dengan adanya TKA, diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih objektif dan terstandarisasi mengenai capaian akademik siswa. Hasil dari TKA ini dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan dalam proses seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya, termasuk jalur prestasi untuk masuk ke SMP maupun SMA/SMK sesuai dengan kebijakan pemerintah daerah masing-masing. TKA dimaksudkan untuk melengkapi sistem penilaian yang sudah ada, bukan untuk menggantikan penilaian yang dilakukan oleh satuan pendidikan. Oleh karena itu, hasil TKA tidak menentukan kelulusan siswa dari satuan pendidikan; kelulusan tetap ditetapkan oleh masing-masing sekolah.
Mata Pelajaran dalam TKA 2026
Pada tahun 2026, TKA akan mencakup beberapa mata pelajaran yang terbagi menjadi mata pelajaran wajib dan pilihan. Berikut adalah rincian mata pelajaran yang akan diujikan:
Mata Pelajaran Wajib
- Bahasa Indonesia
- Matematika
- Bahasa Inggris
Mata Pelajaran Pilihan
Siswa juga akan diminta untuk memilih dua mata pelajaran dari daftar berikut:
- Matematika Lanjutan
- Bahasa Indonesia Lanjutan
- Fisika
- Kimia
- Biologi
- Sosiologi
- Geografi
- Sejarah
- Antropologi
- PPKn/Pendidikan Pancasila
- Bahasa Arab
- Bahasa Prancis
- Bahasa Jepang
- Bahasa Korea
- Bahasa Mandarin
- Produk/Projek Kreatif dan Kewirausahaan
- Ekonomi
- Bahasa Jerman
Bentuk dan Jenis Soal TKA
Soal TKA akan disajikan dalam bentuk objektif, yang mencakup pilihan ganda dan pilihan ganda kompleks. Dengan pendekatan ini, diharapkan penilaian dapat dilakukan dengan lebih akurat dan objektif. Format ini juga memudahkan siswa dalam memahami jenis pertanyaan yang dihadapi. Dalam menghadapi ujian, siswa diharapkan dapat mempersiapkan diri dengan baik untuk setiap mata pelajaran yang diujikan.
Pentingnya Persiapan yang Matang
Untuk mengikuti TKA dengan baik, persiapan yang matang sangat diperlukan. Berikut beberapa tips bagi siswa dalam mempersiapkan TKA:
- Mulailah belajar jauh-jauh hari sebelum ujian.
- Fokus pada mata pelajaran yang diujikan, terutama yang menjadi kelemahan.
- Bergabunglah dengan kelompok belajar untuk saling mendukung.
- Gunakan berbagai sumber belajar, termasuk buku, video, dan latihan soal.
- Jangan lupa untuk menjaga kesehatan fisik dan mental menjelang ujian.
Kesimpulan
Dari perubahan yang diterapkan pada pelaksanaan TKA 2026, diharapkan siswa dapat lebih nyaman dalam mengikuti ujian. Dengan sistem yang lebih terstruktur, siswa akan memiliki waktu yang lebih cukup untuk mempersiapkan diri dan menunjukkan kemampuan mereka. Ini adalah langkah positif dalam menghadirkan sistem pendidikan yang lebih baik dan adil bagi semua siswa di Indonesia.
➡️ Baca Juga: Prabowo Subianto, Presiden Hadir dalam Peringatan Nuzulul Qur’an di Istana Negara
➡️ Baca Juga: IHSG Melemah ke Level 7.240: Update Pembukaan Pasar Hari Ini




