slot depo 10k slot depo 10k
Ekonomi

58 Rig PDSI Siap Menjadi Juara Nasional dalam Meningkatkan Ketahanan Energi RI

Jakarta – Dalam upaya untuk memperkuat ketahanan energi Indonesia, Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) mengajukan permohonan kepada PT. Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI) untuk menjadikannya sebagai juara nasional dalam bidang pengeboran. Seruan ini datang di tengah periode transformasi dan penyederhanaan yang terjadi di lingkungan Subholding Upstream Pertamina.

PDSI: Potensi Besar untuk Menjadi Juara Nasional

FSPPB percaya bahwa PDSI memiliki semua modal yang diperlukan untuk meraih gelar juara dalam industri pengeboran nasional. Dengan armada yang terdiri dari 58 rig baik onshore maupun offshore, ditunjang oleh pengalaman bertahun-tahun, kompetensi sumber daya manusia yang terlatih, teknologi yang mutakhir, serta keberadaan Indonesia Drilling Training Center (IDTC), PDSI berada pada posisi yang menguntungkan.

Pentingnya Ekosistem Pengetahuan

“Yang perlu kita perhatikan bukan hanya rig atau aset fisik yang dimiliki. Yang jauh lebih penting adalah ekosistem pengetahuan dan kompetensi yang telah dibangun oleh Pertamina selama bertahun-tahun. Kapabilitas teknik, pengalaman operasional, teknologi, budaya HSSE, dan tenaga ahli di bidang pengeboran merupakan modal intelektual strategis bagi bangsa,” penegasan ini disampaikan oleh Presiden FSPPB, Arie Gumilar, dalam acara Sarasehan Energi yang diadakan untuk memperingati HUT ke-16 SP PDSI di IDTC PDSI, Mundu, Indramayu, Jawa Barat, pada Rabu (26/8).

Kemampuan Pengeboran Sebagai Kapasitas Strategis

FSPPB menekankan bahwa kemampuan dalam bidang pengeboran lebih dari sekadar fungsi pendukung atau beban biaya; ini merupakan kapasitas strategis yang krusial. Ketahanan energi nasional sangat bergantung pada kemampuan untuk menemukan cadangan, melakukan pengeboran, mengembangkan lapangan, serta menjaga kelangsungan produksi.

Transformasi yang Menguatkan

“Proses penyederhanaan tidak boleh hanya terfokus pada pengurangan struktur atau penggabungan entitas. Ukurannya adalah apakah transformasi tersebut dapat menghasilkan Pertamina yang lebih kuat, lebih efisien, lebih produktif, lebih dapat diandalkan, dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perusahaan, negara, serta masyarakat Indonesia,” ungkap Arie.

Skala 58 Rig: Peluang untuk Efisiensi

Dengan memiliki 58 rig, PDSI memiliki kesempatan emas untuk menciptakan efisiensi biaya, standardisasi HSSE, serta mempercepat mobilisasi. FSPPB mendorong PDSI untuk menjadi pusat keunggulan dalam bidang pengeboran yang menawarkan solusi pengeboran terintegrasi, manajemen proyek yang komprehensif, hingga pengeboran digital.

Definisi National Drilling Champion

FSPPB mendefinisikan National Drilling Champion sebagai kemampuan nasional untuk menyediakan solusi pengeboran yang aman, andal, efisien, kompetitif, serta berteknologi maju. Selain itu, harus mampu beradaptasi dan beroperasi di lapangan yang kompleks, termasuk area deepwater dan unconventional.

Menatap Pasar Internasional

Ke depan, PDSI tidak hanya dituntut untuk melayani Pertamina Group, tetapi juga harus bersaing di pasar internasional. Hal ini menuntut peningkatan kompetensi dan inovasi yang lebih tinggi agar dapat bersaing dengan perusahaan global lainnya.

Transformasi yang Membangun Kapabilitas

“Kami mendukung setiap perubahan yang bertujuan untuk meningkatkan Pertamina. Namun, transformasi yang dilakukan harus mampu memperkuat kapabilitas yang ada, bukan justru menguranginya. Kompetensi yang telah dibangun selama puluhan tahun seharusnya menjadi fondasi untuk membawa Pertamina ke tingkat yang lebih tinggi,” tegas Arie.

Peran FSPPB dalam Proses Transformasi

FSPPB menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis dalam proses penyederhanaan yang dilakukan oleh manajemen. Namun, desain transformasi yang diterapkan harus objektif, transparan, dan tidak menyebabkan hilangnya kompetensi, fragmentasi pengetahuan, serta melemahnya kemampuan strategis dalam bidang pengeboran nasional.

Tantangan di Sektor Hulu Migas

Penguatan PDSI dianggap mendesak mengingat tantangan yang dihadapi oleh sektor hulu migas Indonesia ke depan. Ini termasuk peningkatan produksi, eksplorasi di kawasan baru, pengelolaan lapangan yang telah matang, serta menghadapi wilayah teknis yang kompleks.

Dengan potensi dan komitmen yang ada, PDSI berpeluang untuk menjadi pilar utama dalam memajukan ketahanan energi nasional Indonesia, serta berkontribusi dalam menciptakan masa depan yang lebih berkelanjutan dan berdaya saing di kancah internasional.

➡️ Baca Juga: Dokter Tirta Berpartisipasi dalam Kemala Run 2026 di Gianyar Bali, Simak Pengalaman Serunya

➡️ Baca Juga: Cara Edit Ucapan Idul Fitri 2026 Pakai Foto Viral

Related Articles

Back to top button