Ketapang Semakin Sibuk, ASDP Tingkatkan Kelancaran Mobilitas dan Arus Logistik

Ketapang, sebagai salah satu pintu gerbang utama antara Pulau Jawa dan Bali, kini semakin sibuk dengan meningkatnya arus mobilitas masyarakat dan distribusi logistik. Dalam menghadapi tantangan ini, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) berkomitmen untuk meningkatkan layanan penyeberangan di lintasan Ketapang–Gilimanuk. Upaya ini bertujuan untuk memastikan kelancaran perjalanan, keamanan, dan ketepatan waktu bagi seluruh pengguna jasa transportasi.
Pentingnya Sinergi dalam Peningkatan Layanan
Corporate Secretary ASDP Windy Andale menekankan bahwa penguatan layanan penyeberangan ini tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan bahwa operasional penyeberangan berjalan dengan efisien dan efektif. Sinergi ini sangat penting dalam menciptakan pengalaman penyeberangan yang nyaman bagi masyarakat.
“Kami menyambut baik dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menangani kepadatan arus lalu lintas di lintasan Ketapang–Gilimanuk, yang berpengaruh besar terhadap mobilitas masyarakat serta rantai distribusi logistik antara Jawa dan Bali,” ungkap Windy saat ditemui di Jakarta.
Kunjungan Kerja ke Pelabuhan Ketapang
Baru-baru ini, ASDP menerima kunjungan kerja dari Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, yang berfokus pada pengawasan langsung terhadap situasi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. Kunjungan tersebut berlangsung pada Selasa, 22 September, dan dihadiri oleh berbagai instansi terkait yang melakukan tinjauan di beberapa titik strategis.
Emil bersama rombongan memulai peninjauan di Pelabuhan Tanjung Wangi, kemudian melanjutkan ke Pelabuhan Ketapang yang dikelola oleh ASDP, serta Dermaga Bulusan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi lapangan dan merumuskan langkah konkret dalam mengatasi kepadatan kendaraan di kawasan tersebut.
Strategi Penanganan Kepadatan Lalu Lintas
Windy menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam meningkatkan layanan di kawasan Ketapang. “Penanganan kepadatan lalu lintas ini sangat memerlukan kolaborasi dari semua pihak. Kami perlu memperkuat kapasitas pelabuhan dan pengelolaan lalu lintas di arah menuju kawasan penyeberangan,” jelasnya.
Sebagai bagian dari inisiatif ini, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp6 miliar untuk pembenahan Dermaga Bulusan. Penataan kawasan ini diarahkan untuk memperkuat konektivitas antara area Bulusan dan fasilitas penyeberangan di Pelabuhan Ketapang, sehingga pergerakan kendaraan dapat dikelola dengan lebih baik tanpa menambah beban lalu lintas di jalan raya.
Integrasi dalam Penataan Kawasan
Windy menambahkan, penataan kawasan yang terintegrasi sangatlah penting, mengingat Ketapang–Gilimanuk merupakan lintasan strategis yang mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antara Jawa dan Bali. Dengan adanya dukungan dari pemerintah dan koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan, ASDP berharap bahwa langkah-langkah yang diambil dapat memperlancar layanan, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta menjaga konektivitas yang vital antara kedua pulau tersebut.
- Peningkatan kapasitas pelabuhan
- Pembenahan Dermaga Bulusan dengan anggaran Rp6 miliar
- Pengelolaan lalu lintas yang lebih efektif
- Sinergi antara pemerintah dan ASDP
- Peningkatan konektivitas antara Bulusan dan Ketapang
Komitmen Berkelanjutan untuk Layanan yang Lebih Baik
Ke depan, ASDP akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah, regulator, dan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini bertujuan agar penguatan infrastruktur dan pengelolaan operasional dapat berjalan dengan selaras. Sinergi ini diharapkan dapat mendukung layanan penyeberangan Ketapang–Gilimanuk yang semakin aman, lancar, dan andal bagi masyarakat serta arus logistik.
Dengan meningkatnya aktivitas di Ketapang, ASDP bertekad untuk memastikan bahwa layanan yang disediakan tidak hanya memenuhi kebutuhan pengguna, tetapi juga menjawab tantangan yang muncul akibat meningkatnya kepadatan arus lalu lintas. Melalui upaya bersama ini, diharapkan Ketapang dapat menjadi lokasi yang tidak hanya sibuk, tetapi juga terkelola dengan baik dan efisien.
Melalui kolaborasi yang kuat antara ASDP dan pemerintah daerah, serta dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, masa depan layanan penyeberangan di Ketapang akan semakin cerah. Setiap langkah yang diambil menuju peningkatan kualitas layanan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekonomi regional.
➡️ Baca Juga: Jadwal BRI Super League 12 April 2026: Persib Hadapi Bali United dalam Pertarungan Puncak Klasemen
➡️ Baca Juga: Juicy Luicy Ambil Langkah Hukum Setelah Batal Konser di Batam Karena Kelebihan Bagasi




