Jakarta – Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan, Pemerintah Kota Jakarta Timur melaksanakan penanaman serentak sebanyak 417 bibit tanaman pangan pendamping beras di area Urban Farming milik Kelompok Wanita Tani (KWT) Delima KUA, Ciracas. Kegiatan ini tidak hanya sekadar aksi lingkungan, tetapi juga langkah strategis untuk mengatasi isu ketahanan pangan di DKI Jakarta.
Gerakan Menanam untuk Ketahanan Pangan Keluarga
Kegiatan penanaman ini merupakan bagian dari Gerakan Menanam Tanaman Pangan Pendamping Beras yang bertujuan meningkatkan ketahanan pangan keluarga di wilayah DKI Jakarta. Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Timur, Taufik Yulianto, menyatakan, “Berdasarkan laporan kegiatan, sebanyak 417 bibit kita tanam” dalam acara yang berlangsung pada Senin, 31 Agustus.
Komoditas yang Ditanam
Dalam kegiatan ini, berbagai jenis komoditas ditanam, di antaranya:
- 144 bibit porang
- 120 bibit cabai
- 93 bibit jagung
- 30 bibit singkong
- 30 bibit ubi jalar
Penanaman komoditas pangan ini diharapkan dapat memberikan alternatif sumber pangan bagi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.
Penyebaran Kegiatan di Seluruh Jakarta Timur
Taufik juga menambahkan bahwa kegiatan penanaman ini tidak hanya dilakukan di Ciracas saja, tetapi melibatkan 112 lokasi di seluruh Jakarta Timur dengan total luas area tanam mencapai sekitar 1,09 hektar. Kegiatan ini tersebar di 10 kecamatan yang berbeda.
Distribusi Lokasi dan Jumlah Penanaman
Kecamatan Cakung mencatat jumlah lokasi terbanyak dengan 19 lokasi, diikuti oleh kecamatan Cipayung dengan 18 lokasi dan Ciracas dengan 14 lokasi. Berikut adalah distribusi lokasi penanaman:
- Cakung: 19 lokasi
- Cipayung: 18 lokasi
- Ciracas: 14 lokasi
- Matraman: 13 lokasi
- Jatinegara: 11 lokasi
Sisa kecamatan seperti Duren Sawit dan Kramat Jati masing-masing memiliki 9 lokasi, Pulogadung dan Makasar 7 lokasi, serta Pasar Rebo 5 lokasi. Keterlibatan berbagai wilayah dan kelompok ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembangkan gerakan menanam secara menyeluruh dan tidak terpusat hanya di satu area.
Manfaat Lahan untuk Ketahanan Pangan
Dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan, pemanfaatan lahan yang tersedia sangat penting. Taufik menjelaskan bahwa lokasi-lokasi yang digunakan untuk penanaman terdiri dari berbagai jenis area, seperti:
- Lahan kosong: 35 lokasi
- Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA): 20 lokasi
- Kelompok tani: 18 lokasi
- Fasilitas umum dan sosial: 16 lokasi
- Sekolah: 6 lokasi
Dengan memanfaatkan lahan-lahan ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan penanaman pangan di lingkungan sekitar mereka, termasuk di pekarangan dan gang-gang sempit.
Dukungan untuk Pertanian Berkelanjutan
Untuk mendukung kegiatan ini, Dinas KPKP Provinsi DKI Jakarta melalui UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman, serta Sudin KPKP Jakarta Timur, telah memberikan bantuan yang signifikan. Di antara dukungan tersebut, Dinas KPKP DKI Jakarta menyuplai:
- 600 pohon ubi jalar
- 100 pohon singkong
- 70 pohon pisang
- 1 kg benih jagung pulut
- 1 kg benih jagung manis
Sementara itu, Sudin KPKP Jakarta Timur juga memberikan sumbangan berupa 309 kilogram pupuk urea dan 309 kilogram pupuk TSP, serta benih jagung pulut dan jagung manis. Yayasan Rumah Sosial Kutub menambahkan dukungan dengan menyuplai 200 kotak benih porang.
Menciptakan Ekosistem Pertanian yang Berkelanjutan
Taufik menegaskan bahwa dukungan sarana pertanian ini diharapkan dapat membantu kelompok tani dan masyarakat yang terlibat dalam kegiatan penanaman. Dengan adanya dukungan ini, diharapkan tanaman yang ditanam dapat dirawat dan dikembangkan secara berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Pemkot Jakarta Timur berupaya tidak hanya untuk menanam, tetapi juga menciptakan budaya pertanian yang berkelanjutan di tengah masyarakat. Ketahanan pangan yang kuat akan berkontribusi pada kesejahteraan keluarga dan komunitas, serta memperkuat ketahanan pangan secara keseluruhan di DKI Jakarta.
Dengan langkah-langkah yang diambil oleh Pemkot Jakarta Timur, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya pertanian lokal dan pemanfaatan lahan semaksimal mungkin. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan keluarga melalui penanaman tanaman pangan pendamping beras.
Dengan semua upaya ini, Jakarta Timur menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukanlah sekadar sebuah jargon, melainkan sebuah aksi kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Aksi nyata ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mencapai ketahanan pangan yang lebih baik di seluruh Indonesia.
➡️ Baca Juga: OPEC+ Setujui Peningkatan Produksi 206 Ribu Barel per Hari pada Mei 2026
➡️ Baca Juga: 854 Personel Keamanan Akan Menjaga Ragunan demi Kenyamanan Pengunjung Selama Libur Lebaran
