Polda Kalsel Bersama TNI AL-AU Terapkan Formula Khusus untuk Suntik Gambut yang Efektif

Di tengah tantangan yang dihadapi dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), inovasi menjadi kunci untuk mengatasi permasalahan ini. Di Kalimantan Selatan, Polda Kalsel berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara untuk menerapkan metode baru dalam penanganan kebakaran lahan gambut. Dengan pengembangan cairan pemadam yang berbahan dasar ramah lingkungan, harapan untuk memadamkan api yang sulit dijangkau semakin besar. Melalui formula khusus ini, diharapkan dapat memberikan solusi yang efektif dan efisien dalam menghadapi karhutla yang merusak lingkungan.
Kolaborasi Strategis antara Polda Kalsel dan TNI
Polda Kalsel, melalui peran aktifnya dalam penanganan kebakaran, menjalin kemitraan dengan TNI AL dan TNI AU untuk mendukung distribusi bahan baku cairan inovatif yang digunakan dalam pemadaman kebakaran. Dukungan ini sangat penting, terutama ketika produksi cairan pemadam kebakaran perlu dilakukan dalam skala besar.
“Untuk memastikan distribusi yang lancar dari pulau Jawa ke Kalimantan Selatan, kami membutuhkan bantuan dari TNI AU dan TNI AL,” ungkap Yudha, seorang pejabat tinggi di Polda Kalsel, saat mengadakan pertemuan di Banjarbaru.
Inovasi Cairan Pemadam Berbasis Surfaktan Nabati
Cairan inovatif yang dikembangkan oleh Bidang Laboratorium dan Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel menggunakan surfaktan nabati yang ramah lingkungan. Inovasi ini telah menunjukkan efektivitasnya dalam mendinginkan suhu tanah di lahan gambut yang terbakar dengan cepat.
Penelitian menunjukkan bahwa bara api yang terjebak dalam tanah gambut, yang selama ini sulit dipadamkan dengan air biasa, dapat sepenuhnya padam setelah disiram dengan cairan khusus ini.
Metode Suntik Gambut yang Efektif
Dalam pelaksanaannya, cairan yang diracik oleh Bidlabfor dicampurkan dengan air biasa dan disimpan dalam kolam bioflok sebelum disuntikkan ke dalam tanah menggunakan metode suntik gambut. Metode ini dirancang untuk memastikan bahwa cairan dapat mencapai area yang sulit dijangkau dan memberikan efek maksimal dalam memadamkan api.
- Penggunaan pipa khusus sepanjang dua meter untuk distribusi cairan.
- Penyebaran cairan ke dalam tanah yang terbakar secara efisien.
- Campuran cairan inovatif dan air untuk meningkatkan efektivitas.
- Metode suntik gambut yang inovatif dan strategis.
- Pengawasan suhu tanah secara real-time menggunakan teknologi drone.
Pemantauan Suhu Tanah untuk Efektivitas Pemadaman
Polda Kalsel memanfaatkan teknologi drone thermal untuk memantau suhu tanah sebelum dan sesudah proses penyemprotan cairan. Dengan cara ini, mereka dapat memperoleh data yang akurat mengenai perubahan suhu, serta memastikan efektivitas dari cairan yang digunakan dalam memadamkan api.
“Kami mencatat penurunan suhu tanah yang signifikan dalam waktu yang cepat. Bara api dalam gambut benar-benar padam,” jelas Kapolda Kalsel, memberikan penekanan pada keberhasilan metode yang diterapkan.
Implementasi di Lokasi Kritis
Penerapan inovasi ini telah dilakukan di beberapa lokasi kritis, termasuk lahan terbakar yang terletak di Jalan Sempati Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, dan kawasan Pengayuan, Kelurahan Landasan Ulin Selatan di Banjarbaru. Di kedua lokasi tersebut, hasilnya terlihat jelas dengan berkurangnya asap yang dihasilkan dari kebakaran, berkat keberhasilan dalam memadamkan bara api di dalam tanah.
Dengan bara api yang telah padam, petugas kini dapat fokus pada pemadaman api yang mungkin muncul di permukaan, sehingga upaya pemadaman dapat dilakukan dengan lebih efektif dan efisien.
Keberlanjutan dan Harapan ke Depan
Inovasi dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan ini tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga harapan untuk keberlanjutan lingkungan di Kalimantan Selatan. Dengan metode suntik gambut yang efektif, diharapkan dapat mengurangi frekuensi dan dampak dari kebakaran lahan, yang selama ini menjadi masalah serius bagi ekosistem dan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara Polda Kalsel dan TNI, serta pemanfaatan teknologi modern, langkah-langkah ini menjadi contoh nyata bagaimana inovasi dan kerja sama dapat menghasilkan solusi yang efektif dalam menghadapi tantangan lingkungan yang kompleks.
Peran Masyarakat dalam Penanganan Karhutla
Selain upaya yang dilakukan oleh pihak berwenang, partisipasi masyarakat juga sangat penting dalam penanganan karhutla. Edukasi dan kesadaran akan bahaya kebakaran lahan perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat berperan aktif dalam pencegahan.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan.
- Melakukan sosialisasi tentang cara mencegah kebakaran.
- Mendorong partisipasi dalam program pemadaman api.
- Menjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dan pihak berwenang.
- Memberdayakan masyarakat untuk mengelola lahan dengan bijaksana.
Kesimpulan
Dengan adanya inovasi cairan pemadam kebakaran yang ramah lingkungan dan metode suntik gambut yang efektif, Polda Kalsel dan TNI menunjukkan bahwa kolaborasi dan teknologi dapat memberikan dampak positif yang signifikan dalam menangani masalah kebakaran hutan dan lahan. Ini bukan hanya tentang memadamkan api, tetapi juga tentang menjaga kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
➡️ Baca Juga: Hamish Daud Rayakan Hari Lahir dengan Melakukan Umrah: Tinjauan Spesial
➡️ Baca Juga: Pengadilan Banding FIA Putuskan Nasib Podium Pierre Gasly di GP Monako Formula 1




